- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
IHSG Buka Pekan di Zona Merah, Rebalancing MSCI Bayangi Perdagangan Hari Ini
Pidato tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan pasar domestik karena disampaikan setelah perdagangan saham Indonesia berakhir pada Jumat.
Oleh sebab itu, respons investor terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu perhatian utama pada perdagangan Senin.
Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Data Ekonomi hingga Konflik AS-Iran
Dari dalam negeri, investor juga bersiap mencermati sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pada awal pekan.
Data yang menjadi perhatian pasar mencakup Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, inflasi, hingga neraca perdagangan.
Sementara dari eksternal, sejumlah indikator ekonomi dan perkembangan geopolitik turut menjadi perhatian investor. Pasar akan mencermati data manufaktur China dan Amerika Serikat serta data ketenagakerjaan AS.
Perkembangan konflik antara AS dan Iran juga menjadi salah satu sentimen yang berpotensi memengaruhi pasar.
Pada Minggu (30/8/2026), AS kembali menyerang posisi Iran di dekat Selat Hormuz. Pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak setelah mendeteksi persiapan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.
Eskalasi tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dan sentimen terhadap aset berisiko global.
Selat Hormuz menjadi perhatian karena merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Perkembangan konflik di kawasan tersebut dapat menjadi sentimen tambahan bagi investor dalam menentukan arah perdagangan saham pada awal pekan.
Dengan berbagai sentimen tersebut, investor akan mencermati pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Senin, khususnya menjelang penutupan ketika implementasi perubahan indeks MSCI dilakukan.