- Setpres
Ada Dinamika Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul: Ada Perdebatan dan Perbedaan Pendapat
Jakarta, tvOnenews.com — Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan NU.
Menurutnya, dinamika dalam forum muktamar justru menjadi bagian dari proses organisasi dalam menentukan keputusan.
“Tentu selama Muktamar ada dinamika, ada perdebatan, ada perbedaan pendapat. Tetapi begitulah NU, tidak pernah sepi dari perbedaan pendapat,” ujar Gus Ipul saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Meski demikian, Gus Ipul memastikan berbagai perbedaan yang muncul selama muktamar dapat diselesaikan tanpa meninggalkan tradisi dan adab yang selama ini menjadi ciri khas warga Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut NU memiliki mekanisme tersendiri untuk meredakan perbedaan, yakni melalui musyawarah dengan melibatkan para kiai, ulama, dan sesepuh. Tradisi tersebut diperkuat dengan adab santri sebagai landasan dalam menyelesaikan persoalan organisasi.
“NU juga punya cara sendiri untuk menyelesaikannya. Kita punya jalan musyawarah, kita punya para kiai, para ulama, para sesepuh dan kita punya adab santri,” ungkap dia.
Selain dinamika dalam pengambilan keputusan, Muktamar ke-35 NU juga membawa perubahan dalam tata kelola penyelenggaraan. Teknologi menjadi salah satu aspek yang mendapat respons positif dari peserta.
Gus Ipul mengatakan penerapan tata kelola berbasis teknologi dalam pelaksanaan muktamar mendapat tingkat kepuasan tinggi. Lebih dari 90 persen peserta disebut menyatakan puas terhadap pemanfaatan teknologi tersebut.
“90 Persen peserta lebih menyatakan puas dengan hadirnya tata kelola berbasis teknologi,” tutur Gus Ipul.
Penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu catatan dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di tengah upaya organisasi beradaptasi dengan kebutuhan tata kelola yang semakin modern.
Tak hanya berdampak pada internal organisasi, pelaksanaan muktamar juga disebut memberikan efek ekonomi bagi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Lebih dari 1.000 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hadir selama rangkaian muktamar. Aktivitas tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan penghasilan dari membanjirnya peserta dan warga yang datang ke lokasi muktamar.
Gus Ipul turut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap para pelaku UMKM yang ikut meramaikan bazar.
Menurutnya, perhatian tersebut memberikan semangat bagi para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi selama muktamar.
“Karena Bapak Presiden memberikan perhatian khusus kepada seluruh pedagang-pedagang UMKM yang mengikuti bazar di tengah-tengah Muktamar ini,” tutup Gus Ipul. (agr/nsi)