- tim tvOnenews - Abdul Gani Siregar
BNPB Kerahkan 53 Armada Udara dan Perketat Darat Untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menggabungkan operasi darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan total 53 armada udara, termasuk helikopter untuk water bombing, serta memperkuat patroli dan penjagaan di wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, strategi penanggulangan karhutla dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni operasi darat dan Satgas Udara.
“Kami di berbagai kesempatan menyampaikan bahwa strategi kita untuk menanggulangi karhutla ini ada dua cara,” kata Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (31/8/2026).
Pada operasi darat, petugas melakukan patroli dan ground check untuk memastikan keberadaan titik panas maupun titik api. Hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan tindakan pemadaman hingga pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
“Yang pertama melalui operasi darat. Operasi darat dilakukan tentu dengan patroli dan juga melakukan ground check atau yang disebut dengan melakukan pemetaan apakah ada di daerah tersebut titik panas ataupun titik api,” ujarnya.
Berton mengatakan penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Petugas juga memastikan proses pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.
“Dari patroli maupun pengecekan ini, tentu kita akan melakukan berbagai upaya termasuk pemadaman maupun tentunya pendinginan ketika sudah selesai dilakukan pemadaman,” katanya.
Ketersediaan air menjadi salah satu aspek penting dalam operasi darat. BNPB melakukan penyekatan area serta membangun sumur dan kanal baru agar sumber air dapat lebih mudah dijangkau dari lokasi titik panas maupun titik api.
“Untuk memperoleh air, kita lakukan kegiatan-kegiatan penyekatan area maupun melakukan pembuatan sumur-sumur, kanal-kanal baru, sehingga air lebih dekat dengan titik-titik api maupun titik-titik panas,” tutur Berton.
Selain mengatasi titik api yang sudah muncul, pemerintah mulai memperketat pengawasan di kawasan yang telah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru akibat aktivitas manusia.
“Kami bisa sampaikan sebenarnya mulai hari ini di beberapa titik sudah akan dilakukan penjagaan area yang terdampak,” ujarnya.