- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Menkeu Purbaya Optimis Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 6% tahun 2027. Hal tersebut menjadi target dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menkeu Purbaya jelaskan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga APBN menjadi lebih sehat dan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam RAPBN 2027.
Dalam rancangan tersebut, pemerintah menetapkan pendapatan negara sebesar Rp 3.426,03 triliun atau tumbuh sekitar 6,79% dari APBN tahun sebelumnya.
Kemudian untuk belanja negara dianggarkan sebesar Rp 4.097,19 triliun dengan defisit sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, postur RAPBN ini mencerminkan keberlanjutan untuk mendukung akselerasi pembangunan.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan sustainable, pemerintah optimis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6%, dengan inflasi terjaga pada level 2,5%," ucap Purbaya dalam Raker bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2026).
Namun untuk mencapai pertumbuhan sebesar 6%, Purbaya mengakui perlu ada akselerasi investasi. Setidaknya investasi harus tumbuh sekitar 7% untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi tersebut.
Target pertumbuhan ekonomi dan investasi ini juga butuh kolaborasi Kementerian Keuangan dengan sejumlah lembaga negara lainnya, seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) hingga swasta.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong stabilitas makro ekonomi untuk menjaga kepercayaan investor.
"Target ini akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan Danantara. Investasi pemerintah sebagai katalisator bagi investasi swasta sebagai motor penggerak utama investasi. Sementara Danantara akan berkontribusi investasi, terutama di sektor strategis dan hilirisasi," bebernya.
Dengan stabilitas perekonomian yang terjaga, Purbaya mengatakan suku bunga surat berharga negara (SBN) juga diperkirakan akan stabil pada posisi 6,9%. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ekosistem investasi di Indonesia.
Kondisi ini juga secara otomatis akan mendorong stabilitas mata uang rupiah. Dalam RAPBN 2027 sendiri, terang Purbaya, pemerintah telah menetapkan kisaran level pada posisi Rp 17.500/US$.
Sementara untuk Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan ada di level US$ 75 per barel. Hal tersebut terjadi karena tekanan ekonomi global yang tinggi, khususnya pada kawasan Timur Tengah.
"Perlu kami sampaikan, untuk asumsi ICP dan lifting minyak gas telah dibahas bersama Komisi XII DPR RI dan Kementerian Lembaga terkait. Yang hasilnya untuk ICP tetap US$ 75 per barel, dan lifting minyak menjadi 612,5 ribu barel per hari. Sementara lifting gas tetap 954 ribu barel setara minyak per hari," pungkasnya. (aag)