- Bimas Islam Kemenag
MTQ Nasional ke-31 Digelar di Semarang, Kemenag Bidik Penguatan Talenta Keagamaan hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026.
MTQ Nasional ke-31 kali ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban".
Agenda akbar ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 7.000 partisipan termasuk peserta, official & pendamping, dan berbagai undangan lainnya.
Kehadiran ribuan orang dalam rangkaian MTQ Nasional diharapkan turut memperkuat semangat syiar Al-Qur'an sekaligus wadah pengembangan talenta keagamaan.
"MTQN menjadi ajang seleksi alami bagi calon ulama muda; para qari’, hafiz, dan mufasir, yang tumbuh dari berbagai penjuru Indonesia," ujar Abu Rokhmad kepada awak media di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Abu menyampaikan, MTQN tahun ini akan menampilkan delapan cabang musabaqah dengan jumlah peserta yang berbeda-beda.
Cabang Seni Baca Al Quran diikuti 329 peserta, Qiraat Al Quran sebanyak 184 peserta, Hafalan Al Quran 331 peserta, dan Tafsir Al-Quran sebanyak 130 peserta.
Selanjutnya, Fahmil Quran diikuti 196 peserta, Syarhil Quran 202 peserta, Seni Kaligrafi Al Quran 315 peserta, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ) dengan 64 peserta.
Abu juga menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ secara berjenjang selama bertahun-tahun telah melahirkan banyak talenta di bidang keagamaan. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
“MTQN menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan toleransi lintas budaya serta menjadikannya sebagai perekat harmoni sosial dan ukhuwah kebangsaan,” katanya.
MTQN ini juga bagian dari pengembangan talenta yang perlu terus diperkuat agar dapat menjadi modal sosial Indonesia, termasuk dalam konteks diplomasi keagamaan.
Ia berharap, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di berbagai daerah terus melakukan inovasi dalam pembinaan peserta.
Dengan demikian, prestasi yang lahir dari MTQ tidak hanya berhenti pada tingkat nasional, tetapi juga dapat semakin dikenal di kancah internasional.
Selain aspek keagamaan, MTQN juga diarahkan untuk memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi umat.