news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (kanan) dan Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M Hanafi..
Sumber :
  • Bimas Islam Kemenag

MTQ Nasional ke-31 Digelar di Semarang, Kemenag Bidik Penguatan Talenta Keagamaan hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat

MTQ Nasional ke-31 akan segera digelar di Semarang pada 11-20 September 2026. Kemenag menyebut ajang ini menjadi wadah pengembangan talenta keagamaan hingga ekonomi umat.
Selasa, 1 September 2026 - 23:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026.

MTQ Nasional ke-31 kali ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban".

Agenda akbar ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 7.000 partisipan termasuk peserta, official & pendamping, dan berbagai undangan lainnya.

Kehadiran ribuan orang dalam rangkaian MTQ Nasional diharapkan turut memperkuat semangat syiar Al-Qur'an sekaligus wadah pengembangan talenta keagamaan.

"MTQN menjadi ajang seleksi alami bagi calon ulama muda; para qari’, hafiz, dan mufasir, yang tumbuh dari berbagai penjuru Indonesia," ujar Abu Rokhmad kepada awak media di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Abu menyampaikan, MTQN tahun ini akan menampilkan delapan cabang musabaqah dengan jumlah peserta yang berbeda-beda.

Cabang Seni Baca Al Quran diikuti 329 peserta, Qiraat Al Quran sebanyak 184 peserta, Hafalan Al Quran 331 peserta, dan Tafsir Al-Quran sebanyak 130 peserta.

Selanjutnya, Fahmil Quran diikuti 196 peserta, Syarhil Quran 202 peserta, Seni Kaligrafi Al Quran 315 peserta, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ) dengan 64 peserta.

Abu juga menambahkan bahwa pelaksanaan MTQ secara berjenjang selama bertahun-tahun telah melahirkan banyak talenta di bidang keagamaan. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

“MTQN menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan toleransi lintas budaya serta menjadikannya sebagai perekat harmoni sosial dan ukhuwah kebangsaan,” katanya.

MTQN ini juga bagian dari pengembangan talenta yang perlu terus diperkuat agar dapat menjadi modal sosial Indonesia, termasuk dalam konteks diplomasi keagamaan.

Ia berharap, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di berbagai daerah terus melakukan inovasi dalam pembinaan peserta.

Dengan demikian, prestasi yang lahir dari MTQ tidak hanya berhenti pada tingkat nasional, tetapi juga dapat semakin dikenal di kancah internasional.

Selain aspek keagamaan, MTQN juga diarahkan untuk memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi umat.

Gelaran ini diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara melalui berbagai kegiatan pendukung, seperti expo UMKM, pariwisata, bazar, hingga pasar rakyat berbasis kearifan lokal.

"MTQN mendorong perputaran ekonomi lokal melalui expo UMKM, pariwisata, dan bazar, pasar rakyat berbasis kearifan lokal," ujar Abu.

Pelaksanaan MTQN juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Nilai-nilai Al Quran diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan dan alam.

"Melalui tema dan praktik ramah lingkungan, MTQN mengajarkan bahwa mencintai Al-Qur’an juga berarti merawat bumi sebagai amanah Tuhan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis Muhammad Hanafi menjelaskan proses pendaftaran dan verifikasi peserta dilakukan secara bertahap melalui sistem e-MTQ.

Pendaftaran peserta telah berlangsung pada 10-31 Juli 2026 dan diikuti oleh seluruh kafilah dari provinsi yang berpartisipasi dalam MTQ Nasional ke-31.

Tahapan verifikasi meliputi pemeriksaan seluruh persyaratan administratif berdasarkan petunjuk teknis. 
Data kependudukan peserta juga dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Muchlis mengatakan proses tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data peserta valid. Verifikasi juga menjadi langkah untuk mencegah potensi pelanggaran terkait identitas maupun domisili peserta.

Menurutnya, keberhasilan MTQ Nasional tidak cukup dinilai dari kemeriahan acara pembukaan atau kelancaran setiap perlombaan. Lebih dari itu, MTQ diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran serta mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al Quran, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” kata dia.

Muchlis lantas menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Apresiasi turut ditujukan kepada seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam persiapan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026.

Dengan jumlah peserta lomba yang mencapai 1.904 orang dan cakupan kegiatan yang semakin luas, MTQN XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya melahirkan para juara.

Lebih dari itu, ajang ini diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda, penguatan nilai keislaman, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi Indonesia di bidang diplomasi keagamaan. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral