news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Avara Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Sukabumi.
Sumber :
  • Istimewa

Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri: Wadah Strategis Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Kegiatan Kemah Nasional Pramuka PUI diikuti sekitar 5.499 peserta yang terdiri dari anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, tokoh PUI.
Jumat, 4 September 2026 - 17:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 5.499 peserta mengikuti Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kemah Nasional Pramuka PUI menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan dan kaderisasi generasi muda agar memiliki karakter, kepemimpinan, keterampilan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.499 peserta yang terdiri dari anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, hingga tokoh PUI.

Penasehat Dewan Pimpinan Pusat PUI, Achmad Tjachja Nugraha, menilai kegiatan tersebut memiliki arti strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar kegiatan perkemahan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kaderisasi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak, disiplin, mandiri, dan memiliki semangat kebangsaan,” ujarnya.

Ia mengatakan generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, karakter, dan kepedulian sosial.

“Kami ingin generasi muda PUI tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan untuk mengabdi kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Achmad juga menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, dan tanggung jawab.

“Pramuka merupakan ruang yang sangat baik untuk menanamkan nilai kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tuturnya.

Bonus Demografi

Menurut Achmad, momentum bonus demografi harus dipersiapkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Generasi muda yang saat ini berada pada usia produktif akan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Generasi muda hari ini adalah calon pemimpin Indonesia di masa depan, sehingga pembinaan karakter tidak boleh dipisahkan dari pendidikan dan pengembangan kompetensi,” tegasnya.

Ia berharap peserta Kemah Nasional Pramuka PUI mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke lingkungan masing-masing.

“Kami berharap para peserta Kemah Nasional ini dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dari lingkungan perkemahan ke sekolah, keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ungkapnya.

Achmad menambahkan semangat pengabdian harus terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.

Kapolri: Pramuka Wadah Strategis Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Sementara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memperkuat karakter, keterampilan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).

Kapolri memberikan apresiasi kepada PUI dan Gerakan Pramuka yang dinilai konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian.

Listyo Sigit menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah strategis untuk mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa.

“Nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Kapolri.

Ia juga menyoroti momentum bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif, menurutnya, dapat menjadi kekuatan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan kualitas tersebut perlu dilakukan melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta peningkatan daya saing. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral