news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu Sugiono.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Penjelasan Menlu

Ia memastikan hak-hak konsuler kedelapan WNI tersebut akan dipenuhi selama tidak ditemukan kondisi yang membuat mereka kehilangan kewarganegaraan Indonesia.
Sabtu, 5 September 2026 - 07:42 WIB
Reporter:
Editor :

Namun, SZRU menyebut para WNI tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari penempatan mereka setelah direkrut.

“Pola yang sama telah digunakan sebelumnya terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa dibekali pelatihan, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” ungkap SZRU.

SZRU juga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi sumber perekrutan tentara asing bagi Rusia. Dinas tersebut menyoroti jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar, yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, telah masuk dalam negara-negara yang dipilih Rusia menjadi sumber tentara yang murah untuk perang.”

Diduga Jadi Korban Penipuan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyampaikan bahwa delapan WNI tersebut diduga kuat merupakan korban penipuan.

Dasco mengatakan informasi dari otoritas intelijen Indonesia menunjukkan para WNI tersebut pada awalnya tidak ditawari pekerjaan sebagai tentara. Mereka justru direkrut melalui tawaran pekerjaan sipil, antara lain sebagai satuan pengamanan (satpam) dan tenaga administrasi, dengan janji memperoleh gaji tinggi.

Menurut Dasco, proses perekrutan melibatkan negara ketiga. Kondisi itu membuat para WNI tidak mengetahui bahwa pekerjaan yang ditawarkan pada akhirnya akan membawa mereka ke medan perang.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Para WNI tersebut, kata Dasco, semula mendaftar berdasarkan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Setelah menjalani tahapan perekrutan, mereka kemudian dikirim untuk bergabung sebagai tentara.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat," ucapnya.

Pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti dugaan perekrutan tersebut.

Dasco mengatakan otoritas intelijen Indonesia telah berkoordinasi dengan Kemlu. Pemerintah juga mengirimkan utusan ke negara-negara terkait sebagai bagian dari upaya penanganan kasus tersebut.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral