news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris..
Sumber :
  • TVR Parlemen

DPR Soroti Kompensasi Korban Keracunan MBG: Jangan Hanya Ganti Biaya Medis

Charles menilai BGN dan SPPG patut bersyukur karena hingga saat ini belum ada orang tua korban yang mengajukan gugatan terkait kasus keracunan MBG.
Sabtu, 5 September 2026 - 08:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Charles Honoris mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap keluarga anak yang menjadi korban keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Charles saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) BGN bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (3/9/2026).

Charles menanyakan apakah keluarga korban selama ini mendapatkan ganti rugi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pihak terkait lainnya setelah terjadi kasus keracunan.

"Ketika terjadi kasus keracunan apakah ada ganti rugi dari pihak dapur SPPG atau darimanapun kepada pihak keluarga? Apakah ada pihak keluarga yang sudah melakukan gugatan perdata misalnya. Perbuatan melawan hukum dan lain sebagainya? Minta ganti rugi atas kasus-kasus keracunan yang menimpa terhadap anak-anak ini? Apakah selama ini sudah ada melakukan ganti rugi dari pihak SPPG semacam ganti rugi, permintaan maaflah kepada korban?," tanya Charles seperti dikutip dari video yang diunggahnya di akun Instagram resminya, Sabtu (5/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Charles menilai BGN dan SPPG patut bersyukur karena hingga saat ini belum ada orang tua korban yang mengajukan gugatan terkait kasus keracunan MBG.

Ia mengatakan kondisi tersebut bisa berbeda apabila dirinya berada di posisi orang tua yang anaknya menjadi korban. Charles mengaku akan menempuh jalur hukum dan menuntut ganti rugi kepada SPPG serta BGN.

"Ini beruntung dan bersyukur ya orang-orang tua murid yang anaknya menjadi korban sepertinya baik-baik nih nggak ada yang gugat nih. Kalau saya pak, saya gugat SPPG, saya gugat BGN, saya minta ganti kerugian. Bukan hanya karena masalah Kesehatan yang sudah ditimbulkan, masalah emosional. masalah trauma dan sebagainya," kata dia.

Charles meminta BGN mulai menyiapkan mekanisme kompensasi bagi keluarga korban apabila kasus serupa kembali terjadi.

"Jadi mohon dipikirkan ke depan kalau terjadi seperti ini lagi kompensasi apa yang diberikan kepada keluarga korban," kata dia.

Melalui keterangan dalam unggahan videonya, Charles menegaskan keselamatan anak harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.

"Bayangkan anak kita jadi korban keracunan makanan di sekolah. Rasa cemas, trauma, hingga waktu yang tersita tentu tidak bisa selesai begitu saja hanya dengan ucapan maaf, perawatan, atau ganti biaya medis," demikian caption dalam unggahan itu.

Charles menilai penggantian biaya pengobatan belum cukup untuk memulihkan seluruh dampak yang dialami anak dan keluarganya. Menurutnya, kasus keracunan massal dalam pelaksanaan MBG tidak sebatas persoalan kesehatan.

Ia menyebut keselamatan anak, trauma, dampak emosional, hingga kerugian yang dirasakan orang tua juga harus menjadi bagian dari pertanggungjawaban.

"Sudah saatnya lembaga terkait seperti BGN dan SPPG punya regulasi kompensasi yang tegas, bukan cuma penanganan keracunan. Gimana perasaanmu kalau ada di posisi orang tua korban? Masih bisa sabar atau bakal bawa ke jalur hukum?" tulis dia. (nba)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral