news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Antara

Dentuman Keras Iringi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Begini Penjelasan BNPB

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu pagi, 5 September 2026.
Sabtu, 5 September 2026 - 09:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.co. – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu pagi, 5 September 2026.

Erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat malam disertai dentuman dan suara gemuruh. Erupsi tercatat mulai berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.

Dentuman dan suara gemuruh tersebut terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Pengalaman tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat kekhawatiran kembali muncul. Namun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tidak panik.

"Berdasarkan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali terbentuk setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil," tutur Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, Sabtu, 5 September 2026.

Kondisi tersebut dinilai belum berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, pemantauan terhadap aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif.

Masyarakat juga diminta tidak membuat kesimpulan sendiri hanya berdasarkan suara dentuman maupun aktivitas visual gunung.

Dalam laporan aktivitas periode pengamatan Sabtu, 5 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Secara visual, aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang terlihat pada malam hari.

"Gunung api terpantau mulai jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati," katanya.

Aktivitas erupsi juga berdampak pada peralatan pemantauan. Kamera CCTV di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik.

Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter. Durasi yang tercatat dalam laporan mencapai 21.600 detik.

Cuaca di sekitar gunung api dilaporkan berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral