news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Abu Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Desi Purnama Sari-Antara

Cerita Warga Serang Terdampak Abu Gunung Anak Krakatau: Sudah Banyak Debu Menempel di Lantai

Inilah cerita Sanan (42) warga Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang terdampak abu Gunung Anak Krakatau.
Minggu, 6 September 2026 - 10:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah cerita Sanan (42) warga Kampung Pasauran Satu, Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang terdampak abu Gunung Anak Krakatau.

Abu dampak erupsi gunung tersebut ternyata mulai sampai kawasan Sedang pada Sabtu (5/9/2026) malam. 

Dampaknya pun dirasakan mulai dari kesehatan hingga aktivitas sehari-hari. 

Saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Sanan mengatakan paparan abu vulkanik mulai dirasakan menebal di sekitar permukiman warga sejak pukul 17.00 WIB.

"Saya bawa motor di jalan mata pada sakit kalau tidak pakai helm. Ke badan juga menempel debunya, membuat tidak nyaman. Bahkan, di depan rumah saya sudah banyak debu yang menempel di lantai," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Selain abu, Sanan juga menceritakan soal suara gemuruh dan getaran yang dirasakannya. Menurut Sanan, suara gemuruh dan getaran yang tidak kunjung berhenti sejak Jumat (4/9/2026) malam.

Hal inilah yang mendorongnya berinisiatif untuk langsung mendatangi langsung Pos PGA Anak Krakatau untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. 

Bukan hanya Sanan, kekhawatiran turut dirasakan Ajat Sudrajat. Ajat juga sengaja mendatangi Pos PGA Anak Krakatau untuk memastikan secara langsung seperti apa status dan kondisi gunung tersebut. 

Sebagai seorang kepala sekolah, dia melakukan hal ini untuk mendapatkan informasi valid yang nantinya akan disampaikan kepada para siswa dan wali murid di sekolah.

Pasalnya, sebaran debu vulkanik mengganggu kenyamanan dan kesehatan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kalau keadaan tidak memakai masker itu sudah lumayan sakit ke tenggorokan, kemudian mata juga perih kalau tidak pakai kacamata. Walaupun kita tidak terlihat jelas di udara, tapi debu-debunya di pos pemantauan Krakatau ini kelihatan menumpuk," terangnya. (ant/nsi) 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral