- Tangkapan layar
BMKG Terbitkan 50 SIGMET untuk Keselamatan Penerbangan Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Jakarta, tvOnenews.com - Sejak erupsi awal pada 4 September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan sekitar 50 Significant Meteorological Information (SIGMET) untuk mendukung keselamatan penerbangan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan penerbitan SIGMET dilakukan secara berkala untuk memberikan informasi meteorologi signifikan, terutama terkait perkembangan sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan penerbangan.
“Saya akan menyampaikan tentang keselamatan penerbangan bahwa sejak erupsi awal pada 4 September 2026, BMKG telah menerbitkan sekitar 50 SIGMET. SIGMET ini adalah Significant Meteorological Information secara berkala untuk mendukung keselamatan penerbangan,” kata Teuku Faisal dalam konferensi pers erupsi Gunung Anak Krakatau yang digelar secara daring, Minggu (6/9/2026).
Dampak sebaran abu vulkanik tersebut turut berimbas pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Teuku Faisal menegaskan keputusan penyesuaian maupun penutupan sementara operasional bandara bukan dilakukan oleh satu pihak.
Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi sejumlah otoritas yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan penerbangan.
“Kemudian penyesuaian maupun penutupan sementara operasional bandar udara itu dilakukan berdasarkan koordinasi bersama antara otoritas penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pengelola bandar udara,” ujarnya.
“Jadi ini adalah hasil dari koordinasi pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk penyelenggaraan di bandar udara,” sambung Teuku Faisal.
Di tengah pergerakan sebaran abu vulkanik yang terus berubah, BMKG juga memperbarui informasi penerbangan secara berkala.
Pembaruan dilakukan melalui Volcanic Ash Advisory dan SIGMET berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan sebaran abu yang terpantau.
“BMKG terus memperbarui informasi Volcanic Ash Advisory dan SIGMET sesuai perkembangan sebaran abu yang terus kita pantau secara bertahap,” kata Teuku Faisal.
Menurut Teuku Faisal, pemantauan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dilakukan tanpa henti selama 24 jam.
Pengawasan mencakup kondisi atmosfer, keselamatan penerbangan, hingga kondisi laut Selat Sunda yang berkaitan dengan potensi tsunami.
“Intinya bahwa BMKG terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terhadap atmosfer, kemudian penerbangan, dan kondisi laut di Selat Sunda yang terkait dengan potensi tsunami,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan secara terpadu bersama sejumlah lembaga pemerintah. BMKG berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
“Pemantauan dilakukan secara terpadu dan dikoordinasikan dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dari Badan Geologi Kementerian ESDM, dengan BNPB, dan Kementerian Perhubungan, serta instansi-instansi terkait,” tuturnya.
Kementerian Perhubungan sebelumnya memutuskan menutup sementara aktivitas penerbangan di bandara tersebut setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di area bandar udara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan berdasarkan paper test terbaru yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta pada Minggu pagi, indikasi sebaran abu vulkanik masih ditemukan di kawasan bandara.
“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB - 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26,” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Penutupan sementara tersebut berdampak pada 209 penerbangan. Sejumlah penerbangan internasional mengalami pembatalan, penundaan hingga penjadwalan kembali, sementara penerbangan domestik juga terdampak.
Untuk penerbangan internasional, tercatat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali pada sejumlah rute di antaranya Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Sementara pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan dengan rute terdampak antara lain Lampung, Denpasar, dan Surabaya.
Rute dengan jumlah pergerakan penerbangan terdampak paling banyak, yakni Makassar untuk rute domestik dengan total 16 pergerakan pesawat. Sedangkan untuk rute internasional, Singapura menjadi yang paling banyak terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.
Meski operasional penerbangan terganggu, pihak Bandara Soekarno-Hatta memastikan pesawat yang tengah menjalani status Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman. Total terdapat 170 pesawat yang disiagakan di area apron.
Sebanyak 66 pesawat berada di Terminal 1, kemudian 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, serta empat pesawat berada di terminal kargo. (agr/nsi)