- Desi Purnama Sari-Antara
Menkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar, Ungkap Ancaman Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
“Pencegahannya bagaimana? Itu tadi nomor satu, kalau tidak ada kegiatan harus keluar, usahakan itu di dalam. Tapi kalau harus keluar, usahakan memakai kacamata ya, usahakan memakai kacamata agar debunya agak terhalang masuk ke mata kita,” ujarnya.
Jika abu vulkanik terlanjur masuk ke mata, masyarakat diminta tidak menguceknya. Mata harus dibersihkan menggunakan air dan warga yang mengalami keluhan dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas.
“Kalau ternyata sudah debunya masuk, ya pastikan jangan dikucek-kucek ya, bersihkan pakai air dan segera ke puskesmas karena semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata,” kata Budi.
Risiko berikutnya adalah iritasi pada kulit. Partikel abu vulkanik yang menempel pada tubuh perlu segera dibersihkan dengan hati-hati setelah masyarakat kembali ke rumah.
“Yang ketiga itu adalah kulit. Karena debunya ini nanti akan berdampak ke kulit, tolong pastikan Bapak Ibu balik lagi kalau tidak usah keluar rumah ya di dalam rumah saja,” tutur Budi.
“Tapi kalau sudah kena, setiap pulang ke rumah, pastikan dibersihkan dengan air ya. Pastikan dibersihkan dengan air dengan hati-hati karena mungkin saja ada beberapa partikelnya yang tajam,” sambungnya.
Masyarakat yang mengalami keluhan pada kulit seperti gatal-gatal juga diminta tidak mengabaikannya.
Kemenkes memastikan obat untuk menangani gangguan kulit telah disiapkan dan akan didistribusikan ke fasilitas kesehatan.
“Kalau nanti ternyata sudah ada dampaknya gatal-gatal, kulitnya merasa tidak enak, itu bisa ke puskesmas, kita akan deploy salep kulit ke puskesmas-puskesmas,” kata Budi. (agr/nsi)