- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Menkes Aktifkan Health Emergency Operating Center di Wilayah Terdampak
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan dalam penanganan penyebaran abu vulkanik yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.
Langkah yang dilakukan Kemenkes saat ini yakni mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah terdampak.
"Kementerian Kesehatan sudah mulai mengaktifkan semua Health Emergency Operating Center di seluruh kabupaten/kota terdampak," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers, Minggu (6/9/2026).
- Ilustrasi AI Gemini
Budi juga mengungkapkan, hari ini pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait pedoman khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di daerah terdampak.
"Hari ini juga segera akan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten kota yang terdampak," ungkapnya.
"Dan yang ketiga kita akan segera melakukan koordinasi Zoom rutin antara Health Emergency Center Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan seluruh kabupaten kota untuk memonitor perkembangannya seperti apa," sambungnya.
Sebelumnya Budi meminta masyarakat tidak panik menghadapi abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu terakhir.
Budi mengungkapkan abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan khususnya pernapasan mata, kulit.
Namun ia mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan alat pelindung seperti masker hingga kacamata pada saat hendak berpergian ke luar rumah.
"Bagaimana caranya supaya kita tetap sehat ketiganya, kalau bisa jangan keluar rumah saja. Tapi kalau keluar rumah pakai masker, kalau mata mesti pakai kacamata, kalau kulit begitu pula langsung dibersihkan," katanya saat konferensi pers, Minggu (6/9/2026).
Ia juga meminta masyarakat untuk pergi ke puskesmas jika merasakan ada hal-hal yang sudah mengganggu pernapasan untuk segera mendapatkan penanganan medis.
"Kalau ternyata sudah sakit, ya segera ke puskesmas, kita sudah siapkan kalau pernapasan ada nebulizer dan oksigen konsentrator, kalau misalnya mata kita siapkan tetes mata, kalau kulit juga kita siapkan salep kulit," jelasnya.
Meski begitu, Budi mengimbau agar masyarakat tidak terlalu panik dan tetap berada si rumah hingga situasi mulai kembali kondusif. Namun jika harus berpergian ia menyarankan agar memakai pelindung.