- Ilustrated by ChatGPT
Inilah 5 Provinsi yang Terkena Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ada Jakarta hingga Bengkulu
Aktivitas tertinggi kemudian tercatat pada 5 September 2026. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dibandingkan periode sebelumnya.
Lana mengatakan peningkatan aktivitas tersebut ditandai dengan erupsi yang berulang dan berlangsung secara terus-menerus.
"Kita sedang dilanda erupsi gunung berapi, Gunung Anak Krakatau, di mana gunung ini mulai aktif sebenarnya dimulai Juli 2026 dan aktivitas tertinggi ada di tanggal kemarin 5 September 2026," ujar Lana.
Ia mengatakan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian Badan Geologi. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung secara menyeluruh.
"Jadi ini ada beberapa kekhawatiran tentunya terhadap aktivitas dari Gunung Krakatau bahwa aktivitas Gunung Krakatau saat ini memang meningkat dibandingkan periode sebelumnya, ditandai oleh erupsi yang berulang dan berlangsung secara menerus," lanjutnya.
Erupsi Berulang Tak Otomatis Lebih Besar
Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dan erupsi berlangsung berulang, Lana menegaskan kondisi tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa akan terjadi erupsi yang lebih besar.
Menurut dia, erupsi yang sering terjadi menunjukkan adanya suplai magma dan gas yang masih berlangsung di dalam tubuh gunung. Namun, kesimpulan mengenai perkembangan aktivitas tidak dapat ditentukan hanya dari frekuensi erupsi.
Badan Geologi ESDM terus melakukan evaluasi berdasarkan keseluruhan data hasil pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Kondisi tersebut menunjukkan adanya suplai magma dan gas dalam tubuh gunung yang masih berlangsung. Namun erupsi yang sering tidak otomatis ini berarti memang akan terjadi erupsi yang lebih besar," imbuhnya.
Lana menegaskan Badan Geologi akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan seluruh data pemantauan yang tersedia.
"Badan Geologi tentunya akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas berdasarkan seluruh data pemantauan. Bukan hanya berdasarkan jumlah atau tinggi kolom erupsi," ujarnya.
Dengan sebaran abu vulkanik yang telah terpantau hingga Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu, masyarakat di wilayah terdampak diminta memperhatikan informasi resmi pemerintah serta menghindari aktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu.