- ANTARA
Episode Erupsi Anak Krakatau Berakhir, PVMBG Ungkap Potensi Letusan Susulan Masih Tinggi
Sementara itu, data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi yang telah berlangsung sejak awal Agustus 2026. Berbeda dengan Stasiun Tanjung, Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.
Berbagai data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi PVMBG untuk menentukan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Siti mengatakan meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, dinamika vulkanisme di Gunung Anak Krakatau masih aktif.
Potensi Letusan Susulan Masih Tinggi
PVMBG menyebut potensi terjadinya letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi.
Potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas tersebut antara lain lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Selain itu, aliran lava juga berpotensi terjadi apabila Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi menerus.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap aktivitas gunung api tersebut, PVMBG mempertahankan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Warga Pesisir Banten dan Lampung Diminta Tetap Tenang
PVMBG juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di pesisir Pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang.
Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi hoaks mengenai potensi tsunami yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
PVMBG menyatakan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III Siaga dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku," ujar Siti.
Masyarakat dan instansi terkait disarankan memantau perkembangan terbaru melalui saluran resmi PVMBG Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia.