- YouTube Bakom RI
Prabowo Pantau Perkembangan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Langkah Pemerintah dan Imbauan untuk Warga
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pemantauan mencakup potensi dampak erupsi, termasuk penyebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah di sekitar gunung api tersebut.
Qodari menjelaskan, sejumlah lembaga teknis terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lembaga tersebut antara lain Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya," kata Qodari dalam konferensi pers mengenai update situasi erupsi Gunung Anak Krakatau secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dampak erupsi. Langkah tersebut dilakukan dengan mengacu pada data serta informasi dari lembaga teknis yang berwenang.
Qodari menyebut pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak erupsi. Salah satunya berupa penyesuaian aktivitas transportasi akibat adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara.
"Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama dari Bapak Presiden dan pemerintah," ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Qodari meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan selama hujan abu vulkanik masih berlangsung.
Kementerian Kesehatan juga telah memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Warga disarankan memakai masker dan kacamata ketika melakukan aktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta menutup jendela dan kaca rumah agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam ruangan. Warga di wilayah terdampak dianjurkan menyiapkan air bersih serta segera membersihkan wajah setelah beraktivitas di luar rumah.
Sebelumnya, pemerintah melakukan penutupan sementara terhadap empat bandara yang berada di wilayah Banten, Jakarta, dan Lampung. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara.
Bandara yang sempat ditutup meliputi Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 02.08–09.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma pada 07.20–10.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung pada 04.18–10.00 WIB, serta Bandara Budiarto Curug pada 06.48–09.30 WIB.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terus dilakukan oleh pemerintah bersama lembaga terkait. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diharapkan mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang dan mematuhi setiap imbauan keselamatan. (ant/rpi)