- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Erupsi Anak Krakatau, Menteri LH Turunkan Tim Pantau Kualitas Udara dan Air Laut
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat meminta masyarakat tetap tenang namun waspada menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat.
Jumhur mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengetahui dampak ekologis yang ditimbulkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
"Saya menyampaikan pesan dan imbauan dalam menyikapi erupsi Gunung Anak Krakatau dua hari belakangan ini. Kementerian Lingkungan Hidup terus memantau secara intensif dampak ekologis dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda," ujar Jumhur dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).
Menurut Jumhur, pemerintah saat ini memprioritaskan upaya mitigasi terhadap dampak lingkungan sekaligus memastikan perlindungan masyarakat yang berada di wilayah sekitar gunung api.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, KLH telah menurunkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan di wilayah terdampak.
Tim KLH Pantau Kualitas Udara dan Air Laut
Jumhur menjelaskan tim reaksi cepat KLH melakukan pengukuran kualitas udara ambien serta pemantauan kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
"Tim reaksi cepat Kementerian Lingkungan Hidup telah diturunkan untuk melakukan pengukuran kualitas udara ambien, serta pemantauan kualitas air laut di wilayah pesisir Banten dan Lampung," kata Jumhur.
Pengukuran tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak letusan dan sebaran abu vulkanik terhadap kondisi lingkungan serta sumber daya alam di kawasan pesisir.
Wilayah pesisir Banten dan Lampung menjadi perhatian karena kawasan tersebut turut menjadi penyangga kehidupan masyarakat setempat.
Pemantauan kualitas udara diperlukan untuk mengetahui kondisi udara setelah adanya sebaran abu vulkanik. Sementara pemantauan air laut dilakukan untuk melihat kemungkinan dampak aktivitas vulkanik terhadap lingkungan perairan di wilayah pesisir.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau, Jumhur mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Kami mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang, selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, dan mematuhi panduan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi [PVMBG]," ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah yang terdampak.
Selain masyarakat, pemerintah daerah juga diminta segera melakukan langkah pengamanan, khususnya untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.
Pemda Diminta Amankan Sumber Air Bersih
Jumhur meminta pemerintah daerah mengamankan sumber air bersih masyarakat agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
"Saya juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mengamankan sumber air bersih warga dari kontaminasi abu vulkanik," ucapnya.
Menurut dia, langkah pengamanan sumber air bersih menjadi bagian penting dalam penanganan dampak erupsi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan kawasan terdampak sebaran abu.
Sementara itu, pemulihan ekosistem pesisir dan penanganan dampak biologis akan dilakukan setelah kondisi aktivitas gunung api dinyatakan stabil.
"Pemulihan ekosistem pesisir dan penanganan dampak biologis akan dilaksanakan begitu kondisi aktivitas gunung api dinyatakan stabil," kata Jumhur. (ant/nsp)