news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Siaga.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya

Tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi visual tertutup, namun aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi 112 detik.
Senin, 7 September 2026 - 13:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.comGunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi. Aktivitas vulkanik masih berlangsung setelah sehari sebelumnya gunung tertinggi di Pulau Jawa itu melontarkan kolom abu hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Erupsi terbaru tercatat pada pukul 04.50 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi visual tertutup, namun aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi 112 detik.

Aktivitas tersebut melanjutkan rangkaian erupsi Semeru sehari sebelumnya. Pada Minggu (6/9) pukul 07.51 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Semeru pada Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Waspadai Awan Panas hingga Lahar

PVMBG meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Pemantauan aktivitas Semeru terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik dan potensi dampaknya terhadap masyarakat. Informasi hasil pemantauan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menentukan langkah mitigasi di wilayah sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar Semeru diminta tetap tenang namun waspada dan mematuhi rekomendasi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
03:45
01:47
01:32
01:33
02:52

Viral