- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Tinggalkan Kode NACN dan Jessica Wongso di Autobiografinya, Benarkah Racun Sianida Jadi Penyebab Kematian Fajar Sahrudin?
tvOnenews.com - Peristiwa tragis yang menimpa Fajar Sahrudin hingga kini masih terus menyedot perhatian publik dan jagat media sosial.
Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, dengan indikasi kuat mengakhiri hidupnya sendiri. Di lokasi penemuan jasadnya, pihak kepolisian menemukan adanya kemasan minuman yang diduga berisi zat beracun.
Temuan ini lantas memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: benarkah Fajar menghembuskan napas terakhirnya akibat menenggak racun?
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Kasus dugaan bunuh diri Fajar Sahrudin di kawasan GBK ini memang sarat dengan berbagai misteri yang telah ia rancang sebelum berpulang.
Sebelum akhirnya ditemukan tewas terbaring di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Fajar diketahui sempat menyusun dokumen autobiografi secara sangat detail dan terperinci melalui sebuah situs web khusus.
Dalam autobiografinya, Fajar menuliskan perjalanan hidup hingga membagikan foto-foto dan video-video yang juga saling berkaitan satu sama lain.
Salah satu yang menarik perhatian adalah catatan H-1 sebelum ia memutuskan mengakhiri hidupnya. Fajar menyematkan kode berupa tulisan “NACN” serta menyinggung nama Jessica Wongso dalam sebuah surat yang ia tujukan khusus untuk pihak berwenang.
Kemunculan istilah ilmiah “NACN” yang merujuk pada Natrium Sianida, berpadu dengan referensi kasus hukum terkenal tersebut, tak ayal membuat banyak pihak berspekulasi bahwa ia telah mempersiapkan racun sianida untuk mengakhiri hidupnya.
"Silahkan autopsi tubuhku, cek lambungku, tapi aku tidak mengizinkan hasil autopsi dibagikan kepada publik, kecuali jika hal itu berhubungan dengan NACN dan kesehatan mentalku dan kasus Jessica Wongso," tulis Fajar Sahrudin, dikutip pada Selasa (8/9/2026).
Di sisi lain, pihak kepolisian telah membenarkan adanya indikasi racun yang ditemukan di dekat jasad korban saat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, petugas mengonfirmasi tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan maupun indikasi penganiayaan.
Meski demikian, AKBP Dhimas menjelaskan bahwa terdapat air mineral kemasan yang mengandung racun di TKP.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, FS diduga mengakhiri hidupnya dengan cara meminum air mineral kemasan yang mengandung racun."
"Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut," tulis rilis dari kepolisian yang diterima oleh tvOnenews.com pada Selasa (8/9/2026).
Pihak berwajib masih meminta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa saling peduli dan segera melapor jika menemukan seseorang dalam kondisi darurat. (ism)