news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau..
Sumber :
  • Antara

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mulai Normal, Abu Vulkanik Bergerak Menjauh dari Jawa

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menurun pada 8 September 2026. Abu vulkanik bergerak ke selatan dan barat daya, menjauh dari Jawa dan Sumatra.
Selasa, 8 September 2026 - 17:05 WIB
Reporter:
Editor :

Pada periode tersebut, erupsi berlangsung selama sekitar 25 jam dan menyebabkan hujan abu vulkanik mencapai wilayah Jabodetabek.

Kini, aktivitas erupsi sudah tidak berlangsung secara terus-menerus. Erupsi yang terjadi pada Selasa juga memiliki durasi yang relatif pendek.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Meskipun aktivitas vulkanik menunjukkan penurunan, Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Jurnalis Metro TV, Randi Al Faras, melaporkan dari pos pantau Desa Pasauran bahwa aktivitas warga dan nelayan di kawasan pesisir Serang hingga Pandeglang mulai kembali normal.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas karena Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga dan aktivitas vulkaniknya masih berlangsung.

Pihak berwenang juga meminta masyarakat, wisatawan, dan nelayan tetap mengikuti ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.

Warga Diminta Gunakan Masker

Ada dua imbauan utama yang perlu diperhatikan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pertama, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius maksimal 3 kilometer.

Kedua, masyarakat diminta tetap menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Meskipun sebaran abu tidak lagi sepekat beberapa hari sebelumnya, partikel vulkanik masih terasa di udara dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Selasa juga terpantau berawan dengan tiupan angin yang lemah.

Pemerintah daerah bersama tim SAR masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan arah angin secara mendadak yang dapat memengaruhi sebaran abu vulkanik.

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
05:19
01:23
01:28
20:49
05:57

Viral