- Kementerian PU
Ada Ancaman El Nino, Pemerintah Amankan Pasokan 14,1 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mempercepat penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia di tengah ancaman fenomena El Nino. Tak hanya mengamankan pasokan air bersih untuk masyarakat, pemerintah juga bergerak mempertahankan produktivitas sawah sekaligus mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penanganan darurat telah dilakukan di 2.200 lokasi terdampak kekeringan di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 1.760 lokasi telah selesai ditangani, sementara 440 lokasi lainnya masih dalam proses.
Intervensi pemerintah mencakup tiga sektor utama, yakni pemenuhan kebutuhan air masyarakat, penyelamatan lahan pertanian, serta dukungan terhadap pengendalian karhutla.
Hingga saat ini, penanganan tersebut telah membantu menjaga ketersediaan air untuk sawah seluas 53.052 hektare. Di saat yang sama, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 14,1 juta liter air bersih kepada 857.725 jiwa dan memberikan dukungan pemadaman di 283 titik api.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, air menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan kemampuan pemerintah menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan ketidakpastian global.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody, dalam keterangannya, ditulis Rabu (9/9/2026).
Ancaman kekeringan tidak hanya menyentuh kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengancam pasokan air bagi sektor pertanian. Pemerintah pun mengarahkan sejumlah intervensi untuk mempertahankan aliran air menuju lahan sawah yang terdampak.
Total 53.052 hektare lahan pertanian mendapat dukungan penanganan. Pemerintah menyesuaikan metode dengan kondisi sumber air dan infrastruktur di masing-masing lokasi.
Di 104 lokasi, air dipompa langsung dari sungai untuk dialirkan ke persawahan. Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran irigasi utama maupun sekunder di 21 lokasi serta membangun saluran irigasi darurat di tiga lokasi.
Sejumlah langkah teknis lainnya turut diterapkan, mulai dari pemasangan sandbag, pengaturan pola giliran distribusi air, optimalisasi saluran yang tersedia hingga pemasangan pipa di 112 lokasi.
Berbagai intervensi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan sumber air yang tersisa ketika debit sungai maupun sumber air lainnya mulai menurun akibat periode kering.