news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fajar Sahrudin, pria yang diduga bunuh diri di kawasan GBK.
Sumber :
  • Instagram/Threads @fajardawnvirgo

Terungkap, Ini Pengakuan Kakak Fajar Sahrudin soal Hubungan Keluarga yang Disebut Merenggang

Kakak Fajar Sahrudin buka suara soal hubungan keluarga, kondisi Fajar sejak kecil hingga komunikasi yang disebut terputus sebelum ditemukan meninggal di GBK.
Rabu, 9 September 2026 - 16:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin, pria berusia 31 tahun yang dikenal di media sosial X dengan nama akun @fajardawnvirgo atau nama pena Stewie/Steve, masih menjadi perhatian publik.

Fajar ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari, 6 September 2026.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah jejak digital Fajar beredar di media sosial. Sebelum ditemukan meninggal, Fajar diketahui telah menyiapkan sejumlah unggahan yang berisi pesan perpisahan, tulisan autobiografi, ucapan terima kasih kepada orang-orang di sekitarnya, serta permintaan maaf.

Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, muncul pula pernyataan dari seseorang yang mengaku sebagai kakak kandung Fajar. Pernyataan itu disebarkan melalui akun media sosial @mulyonofficial dalam bentuk tangkapan layar percakapan.

Dalam percakapan tersebut, sosok yang disebut bernama Deni Purwandi menjelaskan mengenai kondisi keluarga serta hubungan dengan Fajar sejak masa kecil.

Kakak Fajar Jelaskan Kondisi Keluarga

Dalam pesan yang beredar, Deni Purwandi menyebut dirinya sebagai kakak kandung Fajar. Ia mengatakan ingin memberikan penjelasan kepada teman-teman Fajar mengenai persoalan yang selama ini terjadi di dalam keluarga.

Ia menyebut keluarga bukan tidak melakukan silaturahmi dengan Fajar. Namun, menurutnya, terdapat persoalan yang membuat hubungan tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.

"Saya kakak kandung yang tertua," demikian isi pesan tersebut, yang kemudian menjelaskan bahwa dirinya mengetahui persoalan yang dialami sang adik sejak masih kecil.

Menurut keterangan dalam pesan itu, keluarga menilai Fajar memiliki sifat yang cenderung memendam persoalan. Ia juga disebut memiliki keinginan yang harus terwujud dan sulit menerima nasihat.

Deni juga menceritakan perannya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan Fajar ketika masih bersekolah.

Ia menyebut dirinya sebagai anak tertua dalam keluarga dan menjadi pihak yang membiayai kebutuhan sekolah Fajar sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Kondisi Ekonomi Disebut Berpengaruh pada Pendidikan

Dalam penjelasannya, Deni mengatakan persoalan hubungan keluarga mulai memburuk setelah ibu mereka meninggal dunia.

Menurutnya, Fajar kemudian mengalami frustrasi karena keluarga tidak dapat membiayai pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi akibat kendala ekonomi.

Kondisi tersebut, menurut keterangan Deni, kemudian membuat Fajar mulai memiliki rasa tidak suka terhadap keluarganya.

"Dari situlah dia mulai membenci kami," tulisnya dalam pesan yang beredar.

Deni juga membantah anggapan bahwa keluarga tidak berusaha menjalin komunikasi dengan Fajar.

Ia mengatakan pihak keluarga tetap berupaya menghubungi Fajar. Namun, menurut keterangannya, komunikasi tersebut tidak mendapatkan respons.

Fajar Disebut Tak Merespons Telepon dan WhatsApp

Dalam pesan tersebut, Deni mengatakan Fajar disebut tidak mengangkat telepon maupun membalas pesan WhatsApp dari keluarga.

Ia menegaskan kondisi tersebut bukan berarti keluarga tidak berusaha melakukan silaturahmi. Menurutnya, persoalan justru berkaitan dengan sikap Fajar yang disebut tidak dapat menerima penolakan.

"Bukan kami kurang silaturahmi, tapi memang dia yang tidak bisa menerima penolakan," tulis Deni dalam pesan tersebut.

Deni kemudian meminta pihak yang ingin mengetahui persoalan secara lebih jelas untuk menghubunginya secara langsung. Nomor kontak yang tercantum dalam tangkapan layar tersebut sengaja ditutupi dalam unggahan yang beredar.

Pernyataan tersebut muncul ketika publik tengah menyoroti berbagai jejak digital yang ditinggalkan Fajar sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan GBK.

Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan

Sebelumnya, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan hasil pemeriksaan sementara terkait penemuan Fajar di kawasan GBK.

Fajar ditemukan dalam kondisi tergeletak di dekat sebuah pohon di area Plaza Utara, sekitar Pintu 10 GBK. Petugas medis yang datang ke lokasi kemudian memastikan korban sudah tidak memiliki denyut nadi maupun detak jantung.

Jenazah Fajar selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dalam pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Fajar. Polisi kemudian menyampaikan dugaan awal bahwa Fajar meninggal akibat tindakan mengakhiri hidup sendiri.

Sebelum ditemukan, salah seorang teman Fajar juga disebut menerima sinyal darurat atau SOS yang berasal dari fitur jam pintar milik Fajar. Informasi lokasi tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk dalam proses pencarian.

Temannya bersama petugas keamanan GBK melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan Fajar di area Plaza Utara.

Peristiwa ini turut memicu pembicaraan luas mengenai kesehatan mental, pengalaman perundungan, tekanan hidup, serta pentingnya dukungan bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan psikologis.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral