news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyampaikan update pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Rabu (9/9/2026)..
Sumber :
  • Istimewa

Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil, SAR Menyisir hingga Pesisir Lampung

Pencarian lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau kini diperluas ke pesisir Lampung berdasarkan analisis angin dan arus laut.
Rabu, 9 September 2026 - 16:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tim SAR Gabungan saat ini memperluas pencarian terhadap rombongan 5 jurnalis dan 3 orang lainnya yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Area pencarian kini diarahkan hingga ke wilayah pesisir Lampung berdasarkan analisis pergerakan angin dan arus laut.

Analisis tersebut menunjukkan adanya kemungkinan pergeseran objek ke arah barat daya dan menjadi pertimbangan bagi tim SAR dalam menentukan sektor pencarian berikutnya.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan metode SAR prediction digunakan untuk menentukan wilayah yang menjadi fokus pencarian.

Metode tersebut memperhitungkan sejumlah faktor, mulai dari arah angin, arus bawah laut hingga arus permukaan yang dapat memengaruhi pergerakan objek di perairan.

"Kalau berdasarkan SAR prediction yang kami pelajari, itu berdasarkan arah angin, arah arus, terus arus bawah dan arus permukaan, pergeserannya ke barat daya," ujar Al Amrad, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan prediksi tersebut, Basarnas Banten mengarahkan penyisiran ke wilayah pesisir Lampung.

Tim juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Lampung serta sejumlah instansi terkait untuk memperluas pencarian.

Al Amrad menuturkan operasi pencarian tetap dilakukan sejak hari pertama meski tim menghadapi kendala cuaca dan jarak pandang di sekitar lokasi.

Setelah menerima laporan mengenai hilang kontak, tim SAR langsung bergerak pada pukul 14.15 WIB.

RIB 01 melakukan penyisiran hingga pukul 16.15 WIB, kemudian KN SAR 3 meneruskan operasi hingga pukul 21.45 WIB.

"Hari pertama itu pas kami dapat informasi, kami langsung bergerak pada pukul 14.15 sampai dengan malam hari," katanya.

Kondisi jarak pandang yang menurun akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menentukan posisi kapal selama pencarian.

Basarnas menyesuaikan penempatan setiap kapal dengan kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista) serta kondisi cuaca di lapangan.

Kapal berukuran lebih besar ditempatkan di lokasi yang dinilai lebih sesuai untuk menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang.

Sementara itu, unsur SAR lainnya disebar ke sejumlah titik berdasarkan kondisi perairan.

Di sekitar Pulau Sebesi, tinggi gelombang dilaporkan berada pada kisaran satu hingga dua meter.

Hingga Rabu siang, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian.

"Sampai saat ini masih nihil. Kami berharap yang terbaik. Sama dengan pihak keluarga, sama-sama kita berdoa bersama. Semoga lebih cepat, lebih baik kita temukan," ujar Al Amrad.

Selain memperluas area penyisiran, koordinasi lintas wilayah juga terus dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan seluruh korban yang hilang kontak. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral