news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi jasad korban bunuh diri.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Kamis, 10 September 2026 - 06:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian seorang pria diduga bernama Fajar Sahrudin alias FS (31), warga asal Kedaung, Kemiling, Lampung terus menghebohkan publik. Ia ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) dini hari.

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Fajar Sahrudin tewas diduga akibat mengakhiri hidupnya. Hal ini tak lepas bahwa sejumlah unggahan terjadwal (schedule post) berisi death note atau pesan maupun kabar kematiannya pada 5 September 2026 viral di media sosial.

Pesan itu terunggah hingga langsung viral di media sosial X dan Threads. Pada Minggu, 6 September 2026 dini hari, Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbaring dan tubuh membiru di kawasan GBK.

Kabar kematian FS dibenarkan oleh Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo. Petugas bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan tersebut.

"Iya benar. Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes," ujar Dhimas di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dari kabar tersebut, terdapat sejumlah fakta terbaru mengenai kematian Fajar Sahrudin yang meninggal dunia diduga akibat mengakhiri hidupnya ditandai dengan unggahan pesan perpisahan, cerita kisah hidup, serta Autobiografi di media sosialnya.

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin di Area GBK

Sosok pria bernama Fajar Sahrudin alias FS (31), warga asal Kedaung, Lampung yang ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK
Sumber :
  • Instagram/@stewiecopp

1. Buat Unggahan di Media Sosial

Awal mula peristiwa ini terungkap setelah FS sempat membuat sejumlah unggahan di media sosial. Korban menuliskan pesan perpisahan yang ditujukan kepada teman-temannya.

Dalam unggahan Instagram @fajardawnvirgo, FS menuliskan, "Kalau kalian baca ini, kemungkinan besar aku telah pergi ke tempat yang paling jauh dan tiidak akan bisa kembali lagi. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada teman-temanku yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini, tanpa kalian mungkin hidupku akan jauh lebih singkat daripada ini."

FS juga menandai akun resmi REMISI, sebuah organisasi penyandang disabilitas psikososial di Indonesia. Organisasi tersebut juga berfokus untuk mengawasi pelaksanaan layanan kesehatan mental dan inklusi sosial di masyarakat hingga mengampanyekan penghapusan stigma terhadap isu kesehatan mental.

FS juga mengunggah catatan nonfiksi kisah hidupnya bertajuk "A Memoir: Friendshit". Isinya mengenai awal persahabatan hingga berubah menjadi kisah akhir hidupnya dan cerita seputar hubungan dengan keluarganya.

Pria asal Lampung tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendonasikan uang sebesar Rp40 juta ke beberapa organisasi atau komunitas sosial dan penyelamatan satwa.

2. Kirim SOS hingga Cari Korban

AKBP Dhimas menjelaskan, unggahan yang berisi ucapan terima kasih, permintaan maaf, serta pesan dirinya diduga terindikasi dalam kondisi berat dibaca oleh salah seorang temannya.

Unggahan itu menjadi cikal bakal temannya melakukan upaya pencarian FS. Teman korban mengungkapkan sempat mendapat kiriman SOS dari aplikasi atau fitur pada jam Xiaomi dengan menunjukkan lokasi terakhir FS.

"Korban mau bunuh diri. Setelah membaca, saksi 1 (teman korban) mendapat kiriman SOS. Selanjutnya saksi 1 coba mencari sendiri, tetapi tidak menemukan korban," terang Dhimas.

Teman FS pun berupaya untuk meminta bantuan kepada pihak sekuriti GBK. Pencarian pertama langsung mengacu pada titik lokasi yang tertera dalam fitur SOS dikirim oleh korban.

Pencarian pada tahap awal berakhir gagal lantaran keberadaan FS masih belum juga ditemukan. Petugas keamanan GBK pun melanjutkan kegiatan ini di sekitar lokasi bersama rekannya yang menjadi saksi 3.

"Saksi 3 kemudian mencari korban di sekitar GBK. Tidak lama kemudian, saksi 3 menemukan korban tergeletak dengan posisi terlentang didekat pohon di pintu 10 dalam Plaza Utara," jelasnya.

3. Hubungi Polsek Tanah Abang

Lebih lanjut, Dhimas mengatakan, penemuan jasad korban mendorong pihak sekuriti GBK menghubungi Polsek Tanah Abang. Petugas dari Sat Reskrim Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat langsung menuju TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. FS pun langsung dibawa menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. FS diduga mengakhiri hidup setelah meminum air mineral kemasan diduga mengandung racun.

4. Kakak Sulung Fajar Sahrudin Buka Suara Persoalan Adiknya

Belakangan ini, Deni Purwandi, kakak sulung FS muncul ke ruang publik. Ia mengungkapkan permasalahan hingga tabiat adik bungsunya sejak kecil.

Deni mengetahui bagian dari cerita adiknya yang menyinggung seputar keluarga terutama kakak kandungnya. Gelagat FS diduga mengalami perubahan drastis sejak mendiang ibunya meninggal dunia.

Deni menegaskan bahwa, dirinya sebagai pihak yang selalu membiayai kebutuhan sekolah dan keperluan hidup FS dari SD hingga SMP. Sayangnya ia berhenti menjalani kewajibannya karena terbentur ekonomi.

"Sejak kematian almarhumah ibu saya, dia mulai frustasi karena kami tidak bisa membiayai kuliahnya karena terkendala ekonomi. Dari situlah, dia mulai tidak menyukai kami," ujar Deni.

Lanjut Deni, perihal tabiat FS berubah sejak almarhumah ibunya telah tiada. Bahkan korban sangat tertutup sehingga pihak keluarga sulit berkomunikasi dengannya.

"Memang almarhum orangnya sangat tertutup dan penuh misteri. Bukannya kami kurang silaturahmi, tetapi emang dia tidak bisa menerima penolakan," kata Deni kepada tvOnenews.com, Rabu, 9 September 2026.

Deni mengaku dirinya dan salah satu adiknya, Hendra tidak mendapat wasiat. Keduanya baru mengetahui kondisi FS setelah peristiwa dugaan bunuh dirinya viral di media sosial.

"Tidak ada wasiat ataupun obrolan. Dari dulu ditelepon ataupun WA tidak pernah dibalas," ucapnya.

5. Keluarga Tolak Autopsi Jenazah FS

Deni memahami kasus kematian ini berada di tengah proses penyelidikan. Hal itu mendorong pihak kepolisian meminta izin agar jenazah korban diautopsi.

Deni justru menolak tawaran autopsi. Alasan besarnya tak lekang karena pihak keluarga berada di Lampung. Ia lebih memilih jenazah FS segera dipulangkan ke kampung halamannya.

"Saya jauh dari Lampung untuk menjemput jenazah adik. Maunya agar cepat dipulangkan dan segera dimakamkan, itu saja," tegasnya.

6. Reaksi Pengelola GBK

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi membenarkan pihaknya telah mendapat laporan terkait adanya penemuan jenazah pria di dekat area Pintu 10 GBK.

"Pihak GBK menghormati penyelidikan dilakukan dari pihak kepolisian," ujar Asep saat ditemui tvOnenews.com, Rabu.

Pihak pengelola GBK, kata dia, terus menghargai proses penyelidikan dari pihak Kepolisian. Bahkan Asep mendukung pihak kepolisian untuk terus mengumpulkan bukti-bukti rekaman CCTV di sekitar TKP.

"Kita kumpulkan dulu bukti-bukti termasuk CCTV. Nanti akan kita sampaikan informasi selanjutnya," ucap Asep.

Hingga kini, pihak pengelola GBK masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan resmi lebih lanjut dari jajaran Polsek Metro Tanah Abang bersaama tim medis forensik.

"Kami juga secara intensif melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan semuanya," tegasnya.

Terakhir, Kadis Humas GBK itu mewakili rekan-rekannya turut berduka cita atas kematian FS yang ditemukan meninggal dunia di area Pintu 10.

"Kami pengelola GBK turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," tukas Asep.

(ism/hap)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral