- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.611, Harga Minyak Tembus US$100 Jadi Ancaman Baru
“Dampak utama dan beban fiskal yang muncul akibat situasi tersebut adalah pembengkakan subsidi dan kompensasi energi membuat beban APBN meningkat,” ungkap Ibrahim.
“Kenaikan harga minyak mentah di atas asumsi Makro APBN (ICP/Indonesian Crude Price) secara otomatis menaikkan alokasi anggaran untuk subsidi dan kompensasi BBM (seperti Pertalite dan Solar serta LPG 3 Kg) sehingga akan terjadi risiko defisit, apabila pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga BBM di tingkat eceran demi menjaga daya beli masyarakat, pemerintah harus menanggung selisih harga yang sangat besar yang berpotensi melebarkan defisit anggaran,” sambungnya.
Dengan demikian, tekanan minyak dunia terhadap Indonesia tidak berhenti pada kenaikan biaya impor. Efek lanjutannya dapat merembet ke nilai tukar, transaksi berjalan, inflasi, hingga ruang fiskal pemerintah. Rupiah yang melemah juga berpotensi membuat biaya impor berbagai barang dan bahan baku lainnya semakin mahal.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dapat memberikan keuntungan bagi sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), misalnya, berpotensi ikut terkerek ketika pasar energi global mengalami tekanan. Penerimaan ekspor yang meningkat dapat menjadi bantalan bagi perekonomian dan memberikan tambahan penerimaan negara.
Namun, menurut Ibrahim, keuntungan tersebut belum tentu mampu mengimbangi lonjakan biaya impor minyak. Artinya, ketika Indonesia harus membeli minyak dengan harga jauh lebih mahal dalam dolar AS, windfall dari komoditas ekspor lainnya berisiko tidak sepenuhnya menutup tekanan yang muncul.
“Meskipun Indonesia di sisi lain diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas ekspor lain (seperti batu bara atau kelapa sawit/CPO) yang sering kali ikut terkerek naik saat krisis energi (windfall revenue), keuntungan tersebut sering kali tidak cukup untuk sepenuhnya menutup kerugian akibat membengkaknya biaya impor minyak mentah,” tandasnya. (agr/aag)