news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9)..
Sumber :
  • Antara

Ancaman Erupsi Masih Tinggi, BNPB Pastikan Status Anak Krakatau Tetap Siaga Level III

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa status Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda belum diturunkan dan masih berada pada Level III atau Siaga. 
Jumat, 11 September 2026 - 21:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa status Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda belum diturunkan dan masih berada pada Level III atau Siaga. 

Keputusan ini diambil lantaran besarnya kemungkinan terjadinya letusan susulan dalam waktu dekat.

Di Jakarta pada Jumat (11/9), Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penetapan status Siaga ini merupakan hasil kajian mendalam dari Badan Geologi terhadap pergerakan vulkanik gunung tersebut.

"Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya dinilai masih tinggi," kata dia.

Berton membeberkan bahwa meskipun rentetan erupsi panjang berdurasi 25 jam yang terjadi sejak 4 September lalu telah usai, Gunung Anak Krakatau saat ini tengah beralih ke fase erupsi Strombolian episodik. Tercatat hingga Jumat (11/9) pagi, fenomena ini sudah terjadi hingga 14 kali.

Dari segi kegempaan, meski gempa vulkanik dangkal menunjukkan tren penurunan, frekuensi gempa vulkanik dalam justru meningkat. 

Hal ini menjadi indikator kuat bahwa pasokan magma dari perut bumi masih terus berlangsung. 

Berdasarkan data periode 10-11 September 2026, telah tercatat 1 kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, dan 18 kali gempa Vulkanik Dalam yang disertai tremor terus-menerus.

Sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya lontaran material pijar, guyuran abu vulkanik pekat, serta risiko aliran lava, BNPB melarang keras segala bentuk aktivitas manusia di dalam radius 3 kilometer dari bibir kawah.

Selain itu, BNPB juga meminta masyarakat pesisir di Banten dan Lampung untuk tidak panik dan tetap beraktivitas normal. 

Warga diimbau untuk menepis segala rumor terkait potensi tsunami jika informasi tersebut tidak dirilis oleh saluran resmi pemerintah. (ant/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral