news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hutan.ID Fest 2026 bertema “Bangga Hutan Indonesia”.
Sumber :
  • tim tvOne

Hutan Indonesia Terancam Perubahan Iklim, Kolaborasi Pelestarian Diperkuat

Keberadaan hutan tidak hanya berkaitan dengan kawasan konservasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air, udara, pangan, dan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.
Sabtu, 12 September 2026 - 01:43 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Keberadaan hutan tidak hanya berkaitan dengan kawasan konservasi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air, udara, pangan, dan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.

Hal ini menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Hutan.ID Fest 2026 bertema “Bangga Hutan Indonesia” di Surabaya. Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional, Ir. Dida Mighfar Ridha, M.Si., menegaskan pentingnya melihat hutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Hutan bukanlah ruang yang jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Hutan menjaga air yang kita minum, udara yang kita hirup, pangan yang kita konsumsi, serta memberikan ketahanan bagi desa dan kota terhadap perubahan iklim," ujar Dida di hadapan para penggiat lingkungan, komunitas, akademisi, dan generasi muda yang hadir.

Jawa Timur memiliki lebih dari 1,36 juta hektare kawasan hutan. Wilayah tersebut mencakup empat taman nasional, yakni Bromo Tengger Semeru, Baluran, Meru Betiri, dan Alas Purwo, serta Tahura Raden Soerjo.

Luasnya kawasan hutan tersebut menunjukkan besarnya fungsi ekologis yang perlu dijaga. Namun, perlindungan hutan juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya, termasuk pengelolaan sumber daya alam, perlindungan sumber air, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi.

Karena itu, upaya pelestarian dinilai membutuhkan kolaborasi dari tingkat tapak hingga hilir. Pengelolaan hasil hutan juga perlu memberikan nilai tambah tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem. Di sisi lain, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan dan perlindungan kawasan hutan.

Generasi muda didorong tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut terlibat melalui penelitian, kewirausahaan hijau, kegiatan konservasi, dan pendampingan masyarakat sekitar hutan.

"Di Kota Pahlawan ini, mari kita buktikan bahwa kepahlawanan masa kini dapat hadir dalam bentuk yang sangat nyata: menjaga satu mata air, merawat satu pohon hingga tumbuh, mencegah satu titik api, menyelamatkan satu habitat, atau mendampingi satu kelompok masyarakat di sekitar hutan," tambah Dida.

Pelestarian hutan pada akhirnya tidak hanya diukur dari luas kawasan yang terlindungi, tetapi juga dari kemampuan menjaga manfaatnya bagi masyarakat, mulai dari ketersediaan air hingga keberlanjutan kehidupan di desa dan kota. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral