- istimewa - antaranews
Tim SAR Temukan Benda Ini di Hari Kelima Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Jakarta, tvOnenews.com - Oprasi pencarian lima jurnalis dan kru kapal cepat di Selat Sunda Pandeglang, Banten memasuki hari kelima, pada Sabtu (129/2026).
Dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Tim SAR gabungan menemukan satu jeriken minyak berwarna biru saat menyisir lautan.
Basarnas mengonfirmasi temuan objek tersebut didapati oleh unsur KN SAR Tetuka 247 di Sektor X pada koordinat 06°02.7161'S–105°31.5414'E pukul 10.05 WIB.
"Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka. Namun, hingga hasil operasi hari kelima dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speedboat atau delapan orang yang masih dalam pencarian," dalam keterangan resminya pada Sabtu (12/9/2026) malam.
- Julio Tri Saputra/tvOnenews
Pencarian di Sektor X yang mencakup area seluas 380 NM² tersebut turut mengerahkan unsur RBB Peucang yang bertolak dari Dermaga Paku Anyer dan menyisir hingga sore hari dengan kondisi gelombang 0–1 meter.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan menegaskan akan terus memverifikasi setiap barang temuan di laut demi mendapatkan titik terang keberadaan delapan korban yang belum ditemukan.
Adapun berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Basarnas sebelumnya kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan bahwa sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat diduga 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
Operasi pencarian berlanjut sejak awal pelaporan hilang kontak diterima dengan mengerahkan sumber daya dari segenap unsur melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri dan relawan.
Unsur armada yang diterjunkan meliputi KN SAR Tetuka milik Basarnas; KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL; KP Sanjaya milik Polairud; serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung beserta potensi SAR lokal yakni relawan dan nelayan. (ant)