news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla..
Sumber :
  • Istimewa

Soroti Persoalan Papua, Jusuf Kalla Dorong Pendekatan Politis untuk Selesaikan Konflik

Jusuf Kalla (JK) mendorong pendekatan politis dan damai kepada masyarakat Papua serta KKB untuk membangun pemahaman bersama dan mendukung pembangunan Papua.
Minggu, 13 September 2026 - 16:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla alias JK mendorong pemerintah mengedepankan pendekatan politis kepada masyarakat Papua.

Menurutnya, langkah politis saat ini penting mendukung pembangunan sekaligus menyelesaikan persoalan konflik dan keamanan di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan JK seusai menghadiri pelantikan Pengurus PMI DIY periode 2026–2031 di Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

“Harus ada pendekatan kepada masyarakat untuk adanya suatu pengertian politis dengan baik agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu dibangun secara bersama-sama,” katanya dilansir Antara.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat menanggapi kasus penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PMI Pusat itu menilai pemerintah telah menyiapkan anggaran yang besar untuk pembangunan Papua. 
Menurut dia, dukungan tersebut diperlukan untuk mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Indonesia bagian timur.

“Kalau dibandingkan, katakanlah Papua dengan Papua Nugini, ya jauh lebih baik kita. Seperti itu, sehingga perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu,” katanya.

Jusuf Kalla menilai pendekatan politis terhadap masyarakat Papua dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) perlu ditempuh melalui cara damai.

Langkah ini dianggap penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai pembangunan serta masa depan Papua.

Menurut dia, pendekatan tersebut sebaiknya menjadi langkah awal sebelum pemerintah mengambil tindakan keamanan lebih lanjut jika kelompok bersenjata masih melakukan kekerasan.

“Dan apabila mereka masih begitu, tentu balasannya operasi daripada aparat kita, TNI, Kepolisian. Tapi dua pihak perlu ada upaya pengertian politis secara baik, secara damai. Di mana-mana kita bisa menyelesaikan itu,” katanya. (ant/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral