news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fenomena air laut surut dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • VIVA

Geger Video Air Laut Surut Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Buka Suara

Rekaman video yang memperlihatkan fenomena air laut surut dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau mendadak viral di media sosial. Dalam narasi liar ...
Minggu, 13 September 2026 - 20:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Rekaman video yang memperlihatkan fenomena air laut surut dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau mendadak viral di media sosial.

Dalam narasi liar yang beredar, fenomena tersebut diklaim sebagai pertanda awal bakal datangnya gelombang tsunami.

Menanggapi kepanikan publik, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung memberikan bantahan tegas.

Pihaknya memastikan tidak ada keterkaitan antara fenomena air laut surut dalam video tersebut dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi Kementerian ESDM Athanasius Cipta mengonfirmasi bahwa narasi tersebut merupakan bentuk keliru yang menghubungkan video surut air laut dengan letusan yang terjadi pada 4 hingga 5 September 2026.

"Memang beberapa hari ini muncul sebuah video yang memperlihatkan air laut yang surut, yang kemudian menghubungkannya dengan letusan Gunung Anak Krakatau pada 4 sampai 5 September lalu," terang Athanasius di Bandung, Minggu (13/9/2026).

Erupsi Sudah Berakhir Sejak 6 September

Athanasius menegaskan bahwa seluruh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah dinyatakan selesai sejak tengah malam 6 September 2026.

Dengan demikian, fenomena surut laut yang terekam tidak memiliki kaitan langsung dengan aktivitas vulkanik.

"Artinya, bisa disimpulkan bahwa surut laut pada tanggal 6 September 2026 itu tidak ada kaitan langsung dengan erupsi Gunung Anak Krakatau," jelasnya.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa surutnya air laut bisa menjadi salah satu tanda tanda datangnya tsunami. Namun, hal itu terjadi dengan karakteristik khusus yang sangat berbeda dengan pasang surut air laut biasa.

"Surut laut yang memicu tsunami berlangsung dengan sangat cepat dan penurunannya jauh lebih jauh dibanding surut pasang surut normal," lanjut Athanasius.

Sejarah Tsunami Krakatau dan Kondisi Terkini

Secara historis, letusan Krakatau memang pernah memicu tsunami dahsyat, termasuk pada erupsi Desember 2018 yang menyapu pesisir barat Banten dan Lampung, serta erupsi legendaris tahun 1883 dan era Krakatau Purba tahun 416.

Kendati demikian, Badan Geologi memastikan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau berada dalam pemantauan ketat dan aman dari potensi bencana besar.

"Sejak tahun 2018 hingga sekarang, Badan Geologi tidak menemukan adanya indikasi bahwa Gunung Anak Krakatau akan meletus besar sehingga merobohkan sebagian tubuhnya dan memicu terjadinya tsunami," pungkasnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral