- Cepi Kurnia/tvOne
BNN Ungkap 4,1 Juta Pengguna Narkoba di Indonesia Mengalami Peningkatan Pada Usia Remaja
Bandung, tvOnenews.com - Penyalahgunaan narkotika di Indonesia menjadi perhatian serius seiring meningkatnya paparan narkotika di kalangan masyarakat, khususnya kelompok usia remaja.
Kondisi tersebut mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini.
Upaya pencegahan dilakukan dengan menyasar berbagai lingkungan yang dekat dengan generasi muda, mulai dari sekolah, pesantren, keluarga, hingga komunitas seni dan budaya di sejumlah daerah.
Sekretaris BNN RI, Irjen Pol Tantan Sulistyana, menyebut penyalahgunaan narkotika saat ini masih terus berkembang.
Menurutnya, kelompok usia muda menjadi salah satu sasaran yang rentan terhadap peredaran narkotika.
“Penyalahgunaan narkotika saat ini terus meningkat. Anak muda menjadi salah satu kelompok yang menjadi sasaran peredaran narkotika,” kata Tantan Sulistyana, Senin (14/9/2026).
Selain menyasar kelompok usia muda, Tantan menyampaikan modus peredaran narkotika juga terus berkembang.
Narkotika tidak lagi hanya ditemukan dalam bentuk konvensional, tetapi mulai diolah dalam berbagai bentuk, termasuk cair.
"Salah satu temuan terkait modus tersebut terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, berupa ekstrak ganja dalam bentuk cair. Perkembangan ini menjadi perhatian BNN karena menunjukkan adanya inovasi dalam modus penyalahgunaan dan peredaran narkotika," katanya.
Tatan mengatakan, secara nasional, jumlah penyalahgunaan narkotika disebut telah mencapai sekitar 4,1 juta orang dari berbagai kelompok usia.
Kelompok usia remaja 15 hinhha 24 tahun juga mengalami peningkatan paparan terhadap penyalahgunaan narkotika.
BNN menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten dan sejak dini.
Penguatan ketahanan remaja serta edukasi mengenai bahaya narkotika dinilai penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
"Salah satu upaya tersebut dilakukan BNN Provinsi Jawa Barat di Bandung melalui kegiatan yang melibatkan komunitas seni dan budaya, budayawan, serta pelajar. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai bahaya narkotika sekaligus mengajak generasi muda membangun lingkungan yang lebih sehat dan produktif," katanya.
BNN berharap kolaborasi dengan sekolah, keluarga, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat dapat memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika.
"Langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika," katanya. (cep/muu)