news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap jurnalis yang hilang kontak hingga di kawasan Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9)..
Sumber :
  • Antara

Jenazah Ditemukan di Kali Terate, Dipastikan Bukan Rombongan Jurnalis yang Hilang Liput Gunung Anak Krakatau

Dua jenazah ditemukan di dua lokasi yang berbeda. Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Banten bukan bagian dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau. 
Selasa, 15 September 2026 - 10:18 WIB
Reporter:
Editor :

Banten, tvOnenews.com - Dua jenazah ditemukan di dua lokasi yang berbeda. Jenazah pertama ditemukan warga di sekitar muara Kali Terate, Serang, Banten.

Sementara itu, jenazah kedua ditemukan warga ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. 

Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Banten bukan bagian dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau

Jenazah tersebut juga bukanlah tiga orang yang berada di kapal yang sama dengan rombongan jurnalis itu, yakni kapten, ABK dan pemandu. 

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data primer, dipastikan jenazah tersebut tidak berkaitan dengan delapan orang yang masih dicari Tim SAR.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah.

"Untuk jenazah yang ditemukan di sekitar muara Sungai Kali Terate, berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari Kapal Arupadatu," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, kepastian belum diperoleh. 

Namun, jenazah tersebut telah dievakuasi menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu dan telah dilakukan autopsi.

"Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak," ungkapnya. 

"Kondisi wajah mengalami kerusakan. Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA," sambungnya. 

Pihak kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan identitas jenazah yang ditemukan. 

Di tengah proses identifikasi tersebut, operasi pencarian delapan orang yang hilang di Selat Sunda masih berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. 

Mereka menaiki speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik. Namun, rombongan tersebut hilang kontak.

Setelah pencarian memasuki hari ketujuh dan belum menemukan petunjuk keberadaan mereka, Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi selama tiga hari hingga 17 September 2026. (Foe Peace Simbolon/VIVA/nsi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:07
01:09
00:52
03:33
02:22
05:26

Viral