- dok.kolase tvOnenews.com/ tangkapan layar layar YouTube Warta Kota Production
Menegangkan! KKB Mengancam Sopir Travel dengan Senjata, Paksa Mengatakan 'Papua Bisa Merdeka'
Jakarta, tvonenews.com- Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah, videonya viral di Medsos. Menuai perhatian publik, hingga muncul kabar sopir travel ditembak KKB.
Kabar ini masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwajib. Tvonenews.com mencoba menghubungi pihak-pihak terkait.
Kabar ini mencuat dengan video yang kurang lebih 40 detik diunggah banyak akun medsos. Sopir travel terlihat diancam dengan senjata sama KKB.
Sopir travel yang diketahui berasal dari toraja tersebut, dikelilingi oleh sekelompok KKB. Dia dipaksa untuk mengucapkan 'Papua Bisa Merdeka'.
"ini bendera, kata-kata dulu buat republik indonesia," ucap salah anggota KKB.
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @minangsekitar @lusia_pasamman
"saya sayang papua, Indonesia saya kasih tahu, Papua harus merdeka karena memang Papua ini bagian dari negara yang besar. Jadi jangan bilang, 'papua tidak bisa merdeka, tapi.bisa'," sambungnya dikutip dari youtube wartakotaproduction, Rabu (16/9).
Dalam video, salah satu anggota KKB yang didekat Sopir travel, terlihat menodongkan senjata untuk segera berucap menyatakan Papua Bisa Merdeka.
Pada kesempatan yang sama, Sopir tersebut, menjelaskan kondisinya sudah lama bekerja di Papua sebagai Sopir travel kurang lebih 13 tahun sudah berada di sana.
Selain dipaksa berbicara untuk mengakui Papua Bisa Merdeka dari Indonesia, juga dipaksa untuk memegang bendera yang dibawa KKB.
"saya memang mendukung, karena pemerintah tahu saja di Jakarta, di sana kalau sini bilang mau perhatikan Papua," jelas Sopir travel itu.
"saya dari sopir ini dari dulu saya sudah lewat melayani dari 2013 sampai sekarang dan masih di sini. Karena saya percaya Papua bisa merdeka," ceritanya.
Dalam keterangan yang beredar, lokasi kejadian disebutkan berada di jalan trans Wamena-Nduga dan terjadi pada Selasa (16/9).
Pria yang berprofesi sebagai sopir travel itu, bernama Aris Sanda meninggal dunia pada Selasa, kemarin. Kejadiannya, disebutkan kala ia melintas dan membawa penumpang.
Dia ditahan berpisah dari penumpang. Lalu muncul video, dia seorang diri memegang bendera yang diyakini KKB untuk mengatakan 'Papua Bisa Merdeka'.
Respons Kementerian hak asasi manusia (KemenHAM) belum lama ini, menyampaikan pesan tegasnya untuk bisa menindak tegas aksi KKB. Terlebih baru-baru ini membunuh tiga orang ASN Dinas perhutanan yang tengah membawa bantuan.
Dengan begitu, KemenHAM meminta agar penembakan tiga warga sipil di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diusut tuntas dan pelakunya dihukum.
Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta menjelaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia.
“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari antara.(klw)