- Antara
Istana Sebut Pergantian Menteri Keuangan Hal Lumrah, Tegaskan Suahasil Punya Karakter Sendiri
Jakarta, tvOnenews.com - Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai sebagai dinamika rotasi jabatan yang wajar dalam sebuah pemerintahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto.
Bambang memandang bahwa setiap pejabat publik, baik menteri maupun wakil menteri, memang harus selalu siap dialih-tugaskan kapan pun dibutuhkan.
Oleh sebab itu, pergeseran posisi bendahara negara ini tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
"Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden kan," kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9).
Ia pun meluruskan spekulasi publik dengan memastikan bahwa kebijakan pergantian tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan maupun gesekan di internal kementerian.
Menurutnya, perombakan kabinet (reshuffle) dapat berlangsung sewaktu-waktu sesuai pertimbangan kepala negara.
Di samping itu, Bambang membantah anggapan bahwa penunjukan Suahasil dilakukan karena memiliki karakter kepemimpinan yang menyerupai mantan Menkeu terdahulu, Sri Mulyani.
Ia menekankan bahwa Suahasil dipilih atas kapasitas dan identitas kepemimpinannya sendiri.
"Nggak ada itu penilaian. Kita nggak ada penilaian seperti siapa. Pak Suahasil, dia punya karakter sendiri," katanya.
Sebelumnya, tongkat estafet kepemimpinan bendahara negara telah resmi bergulir melalui prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (15/9).
Dalam seremoni tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan terima kasih mendalam atas dukungan dan kerja sama jajaran kementerian selama satu tahun masa baktinya.
Pada saat bersamaan, Suahasil menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Purbaya atas dedikasinya memimpin Kemenkeu selama 12 bulan terakhir.
Suahasil menilai, Purbaya berhasil menjaga rekam jejak institusi dalam mengelola keuangan negara dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi antarseluruh unit kerja di Kemenkeu. (ant/dpi)