news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Airlangga Bertemu PM Kanada, RI Bidik Investasi Potash hingga Mineral Kritis dan Energi Nuklir

Hubungan ekonomi Indonesia dan Kanada bukan lagi sekadar memperluas perdagangan. Kedua negara mulai mengarahkan kemitraan pada sektor-sektor strategis.
Kamis, 17 September 2026 - 08:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Hubungan ekonomi Indonesia dan Kanada bukan lagi sekadar memperluas perdagangan. Kedua negara mulai mengarahkan kemitraan pada sektor-sektor strategis yang menyentuh ketahanan pangan, energi, mineral kritis hingga teknologi nuklir.

Agenda tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit pertama di Toronto.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut komunikasi telepon Presiden Prabowo Subianto dengan PM Carney pada Juni lalu. Saat itu, kedua pemimpin membahas peluang memperluas hubungan dagang dan investasi Indonesia-Kanada.

Kini, pembahasan tersebut bergerak ke tahap yang lebih konkret melalui dorongan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Setelah melewati proses negosiasi dan ratifikasi di kedua negara, pemerintah Indonesia berharap perjanjian tersebut segera berlaku efektif dan dapat dimanfaatkan langsung oleh dunia usaha.

Airlangga menyampaikan apresiasi atas penyelesaian proses ratifikasi ICA-CEPA.

Menurutnya, implementasi perjanjian tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia dan Kanada, terutama pada sektor unggulan yang memiliki nilai strategis bagi kedua negara.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara,” ujar Airlangga, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Salah satu fokus pembicaraan adalah sektor pangan dan energi. Indonesia dan Kanada menjajaki peluang memperkuat ketahanan pasokan, termasuk potensi investasi potash yang merupakan bahan baku penting pupuk untuk menopang kebutuhan nasional.

Kerja sama energi juga menjadi perhatian, termasuk peluang kemitraan di sektor minyak dan gas.

Di saat yang sama, kedua negara membahas pengembangan mineral kritis yang telah dirintis dalam kerangka ICA-CEPA.

Mineral kritis memiliki posisi penting dalam transformasi industri dan energi global. Indonesia dan Kanada sama-sama merupakan negara produsen mineral kritis sehingga keduanya memiliki kepentingan untuk membangun rantai pasok yang lebih aman, berkelanjutan, dan terintegrasi.

Tak berhenti di sana, Indonesia turut menyampaikan harapan agar kerja sama energi nuklir dapat terus dikembangkan.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pembangunan ekosistem Small Modular Reactor (SMR) sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang Indonesia.

Di balik agenda sektoral tersebut, posisi Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN turut menjadi modal strategis dalam hubungan kedua negara.

Indonesia dipandang dapat menjadi mitra utama Kanada untuk memperkuat keterlibatan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik, baik melalui hubungan bilateral maupun kerja sama kawasan yang lebih luas.

Dengan demikian, implementasi ICA-CEPA tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan arus perdagangan.

Perjanjian tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas investasi dan membangun keterhubungan rantai pasok pada sektor-sektor yang dinilai strategis bagi masa depan ekonomi kedua negara.

Pertemuan Airlangga dan Carney juga berlangsung menjelang 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027.

Momentum tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membawa hubungan bilateral menuju kemitraan yang semakin strategis sekaligus menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara.

Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab yang turut menghadiri pertemuan akan menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa.

Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai komitmen yang telah dibicarakan tidak berhenti pada forum diplomatik, tetapi diterjemahkan menjadi agenda kerja dan proyek konkret. (agr/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral