news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet di Istana Negara, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet, Golkar Siap Terima Keputusan

Prabowo Subianto membuka peluang reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahan. Golkar menyebut keputusan pergantian menteri menjadi kewenangan presiden.
Kamis, 17 September 2026 - 14:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Wacana tersebut muncul setelah Prabowo menyinggung evaluasi terhadap jajaran menteri yang telah bekerja selama hampir dua tahun.

Prabowo mengatakan evaluasi terhadap kabinet dilakukan secara terus-menerus dan hingga saat ini dirinya menilai tim pemerintahannya bekerja dengan baik. Namun, Presiden juga menyampaikan bahwa setiap anggota kabinet memiliki peran dan posisi masing-masing dalam menjalankan pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), ketika ditanya mengenai tingkat kepuasan terhadap kinerja para menteri sekaligus kemungkinan adanya perombakan kabinet menjelang dua tahun pemerintahan.

Dalam wawancara tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa dirinya masih berfokus pada sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia. Ia mengibaratkan kabinet seperti sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, striker, hingga pemain cadangan.

"Jadi begini, kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya ibarat kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan," jawab Prabowo.

Prabowo Bicara Penempatan Orang di Posisi yang Tepat

Prabowo menyebut terdapat sejumlah kementerian yang saat ini tidak berada di garis depan dalam menjalankan prioritas pemerintah. Meski demikian, para menteri tersebut tetap dinilai memahami tugas dan bekerja sesuai dengan kemampuan serta kewenangan masing-masing.

"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tetapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," ujar Prabowo.

Terkait kemungkinan reshuffle, Prabowo mengatakan perombakan kabinet dapat dilakukan untuk menempatkan orang pada posisi yang tepat. Menurut dia, pergantian dapat menjadi bagian dari upaya organisasi mencari orang yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan posisi.

"Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi," kata Prabowo.

Presiden juga membuka kemungkinan pergantian dilakukan apabila terdapat menteri yang dinilai tidak sesuai dengan posisi yang ditempatinya.

Menteri Bermasalah Juga Bisa Diganti

Selain pertimbangan kompetensi dan penempatan posisi, Prabowo mengatakan reshuffle dapat dilakukan apabila terdapat pejabat yang memiliki masalah dan harus mempertanggungjawabkan persoalan tersebut.

Prabowo mencontohkan situasi ketika dirinya menerima informasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai dugaan persoalan yang melibatkan pejabat pemerintah.

"Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini..', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya, gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. 'You ada bukti? Kalau ada bukti, silakan'," ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung adanya wakil menteri yang terseret persoalan. Menurut dia, kejadian tersebut menjadi tanggung jawab pejabat yang bersangkutan.

Sarmuji Sebut Reshuffle Sepenuhnya Kewenangan Prabowo

Wacana perombakan kabinet tersebut kemudian ditanggapi Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai reshuffle merupakan kewenangan penuh Presiden Prabowo Subianto.

"Bagi Golkar, perombakan kabinet adalah wewenang penuh presiden," kata Sarmuji kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).

Sarmuji meyakini Prabowo memiliki pertimbangan tersendiri mengenai kebutuhan kabinet, terutama untuk memastikan pemerintahan dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

"Presiden yang tahu kebutuhan timnya untuk dapat mencapai visi-misi dan target yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Golkar Siap Jika Ada Menteri yang Terkena Reshuffle

Sarmuji juga mengatakan Partai Golkar siap menerima keputusan Presiden apabila terdapat menteri dari partainya yang masuk dalam evaluasi dan terkena reshuffle.

Menurut Sarmuji, hal tersebut merupakan konsekuensi dari keputusan Golkar yang menyerahkan sepenuhnya kewenangan perombakan kabinet kepada Prabowo.

"Itu konsekuensi jika terkena reshuffle dari menyerahkan seluruhnya kepada kewenangan Presiden. Namun saya sendiri meyakini Presiden sangat perhatian kepada Golkar," tuturnya.

Sementara itu, ketika kembali ditanya mengenai momentum menjelang dua tahun pemerintahan, Prabowo menyebut evaluasi maupun pergantian anggota kabinet merupakan sesuatu yang logis. Ia menilai masing-masing anggota kabinet telah memiliki waktu untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," jawab Prabowo.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral