- Istimewa
Sebanyak 7.500 Anak Disabilitas Padati Bioskop, Sambut Hari Pertama Penayangan Film Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Sebanyak 7.500 anak penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan nonton bersama untuk menyambut hari pertama penayangan film “Istimewa”.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari perayaan film drama keluarga yang mulai hari ini dapat disaksikan di bioskop Indonesia.
Bagi Abdullah Mansuri, produser yang akrab disapa Ayah Mansuri, momen ini menjadi kesempatan untuk merayakan penayangan Istimewa bersama komunitas yang kisah dan pengalamannya turut menjadi dasar cerita film tersebut.
“Film Istimewa adalah film kita semua. Hari ini, sekitar 7.500 anak istimewa dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia nonton bareng untuk merayakan penayangannya. Kami ingin kebahagiaan atas hadirnya film ini bisa dirasakan bersama oleh teman-teman istimewa,” ujar Abdullah Mansuri.
Disutradarai oleh Ruben Adrian, Istimewa lahir dari berbagai kisah nyata teman-teman disabilitas yang kemudian dirangkai menjadi cerita tentang keluarga, kehilangan, dan penerimaan.
Film ini menghadirkan talenta penyandang disabilitas sebagai pemeran utama, membawa penonton mengenal mereka melalui karakter dan perjalanan masing-masing.
Di Rumah Istimewa, Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul menemukan keluarga bersama Pak Mahendra, sosok yang mereka panggil Ayah. Ketika Ayah tiba-tiba tak lagi bersama mereka, kelimanya memutuskan untuk mencarinya. Mereka pun melangkah keluar dari rumah, menghadapi berbagai pengalaman baru dengan berbekal kebersamaan yang selama ini tumbuh di antara mereka.
Bagi kelimanya, Ayah adalah sosok yang membuat mereka merasa dicintai dan diterima apa adanya. Ikatan inilah yang menjadi inti cerita Istimewa, tentang betapa berartinya kehadiran seseorang dalam hidup dan keberanian yang tumbuh saat kita berusaha menemukan kembali orang yang disayangi.
Di balik penayangannya, Film Istimewa juga membawa harapan untuk memperluas dukungan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Abdullah Mansuri menyampaikan komitmen untuk membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi Indonesia apabila film ini mencapai satu juta penonton.
Rencana tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak istimewa untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan mereka. Semangat penerimaan yang hadir dalam film diharapkan dapat berlanjut melalui dukungan dan kesempatan dalam kehidupan sehari-hari.