news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

BNPB Klarifikasi Kematian 94 Pengungsi Gempa NTT: Mayoritas Lansia dengan Penyakit Kronis

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan informasi mengenai 94 warga yang meninggal dunia selama berada di pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kamis, 17 September 2026 - 16:33 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan informasi mengenai 94 warga yang meninggal dunia selama berada di pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan verifikasi bersama Kementerian Kesehatan, mayoritas korban merupakan kelompok rentan, terutama lanjut usia (lansia), yang memiliki penyakit kronis sebelumnya.

BNPB menegaskan, 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung maupun tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh melalui proses verifikasi dan validasi terpadu yang dilakukan BNPB bersama Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.

“Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terpadu antara BNPB dengan Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak kami meluruskan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi,” kata Berton, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9).

Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan sebagian besar warga yang meninggal selama berada di pengungsian merupakan lansia dengan komplikasi penyakit kronis yang telah diderita sebelum gempa, antara lain stroke dan diabetes melitus.

Penjelasan tersebut menjadi penting karena kematian yang terjadi di tengah situasi pengungsian sempat memunculkan spekulasi mengenai dampak langsung gempa terhadap para penyintas.

BNPB menyatakan penanganan kesehatan tetap dilakukan sejak hari pertama bencana. Pemerintah mengerahkan fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak.

Berton mengatakan BNPB sejak awal juga telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere. 

Bantuan medis, obat-obatan, serta berbagai peralatan kesehatan terus didistribusikan kepada pengungsi, baik yang berada di lokasi pengungsian terpusat maupun pengungsian mandiri.

Pelayanan kesehatan tetap disiagakan meski jumlah warga yang masih mengungsi telah mengalami penurunan cukup besar.

Data BNPB per 15 September 2026 mencatat jumlah pengungsi akibat gempa NTT mencapai 46.461 jiwa. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 150.000 jiwa.

Penurunan jumlah pengungsi tersebut menunjukkan sebagian warga telah meninggalkan lokasi pengungsian, namun pemerintah tetap mempertahankan pelayanan dasar dan kesehatan bagi masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral