- YouTube Setpres
Prabowo Genjot B50 dan PLTS Besar-besaran, Strategi Perkuat Ketahanan Energi RI
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya melalui pengembangan bahan bakar minyak (BBM) campuran biodiesel 50 persen atau B50 berbasis kelapa sawit.
Selain B50, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara besar-besaran sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Pernyataan tersebut kemudian disiarkan CNBC Indonesia pada Rabu (16/9/2026).
Menurut Prabowo, pengembangan sektor energi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.
Prabowo Siapkan B50 Berbasis Kelapa Sawit
Prabowo mengatakan pemerintah berupaya mengamankan kebutuhan BBM nasional melalui berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengembangkan biodiesel B50 yang menggunakan bahan baku kelapa sawit.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengamankan pasokan energi di dalam negeri.
"Habis itu kita harus amankan BBM. Yang lumayan minimal sekarang, tidak separah banyak negara lain. Dan itu karena kita lakukan antisipasi dan sebagainya. Kita bikin B50 dari kelapa sawit, dan sebagainya, nanti ke tenaga surya, besar-besaran," kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Setelah pengembangan B50, pemerintah juga akan mendorong penggunaan energi surya dalam skala besar melalui pembangunan PLTS.
Pengembangan dua sumber energi tersebut dirancang berjalan beriringan dengan upaya pemerintah menjaga kekayaan nasional agar tetap berada dan berputar di dalam negeri.
PLTS Akan Dikembangkan Besar-besaran
Selain biodiesel berbasis kelapa sawit, energi surya menjadi salah satu sektor yang disorot Prabowo dalam strategi ketahanan energi.
Pemerintah disebut akan mengembangkan PLTS secara besar-besaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan sektor energi terbarukan di Indonesia.
Pengembangan energi bersih diharapkan dapat memperkuat sumber energi domestik sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Prabowo menilai pembenahan sektor energi tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekonomi nasional. Menurut dia, pemerintah juga perlu memastikan kekayaan yang dihasilkan Indonesia tidak terus mengalir ke luar negeri.