news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto..
Sumber :
  • YouTube Setpres

Prabowo Genjot B50 dan PLTS Besar-besaran, Strategi Perkuat Ketahanan Energi RI

Prabowo Subianto menyiapkan penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan B50 berbasis sawit dan pembangunan PLTS besar-besaran.
Kamis, 17 September 2026 - 19:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya melalui pengembangan bahan bakar minyak (BBM) campuran biodiesel 50 persen atau B50 berbasis kelapa sawit.

Selain B50, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara besar-besaran sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Pernyataan tersebut kemudian disiarkan CNBC Indonesia pada Rabu (16/9/2026).

Menurut Prabowo, pengembangan sektor energi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Prabowo Siapkan B50 Berbasis Kelapa Sawit

Prabowo mengatakan pemerintah berupaya mengamankan kebutuhan BBM nasional melalui berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengembangkan biodiesel B50 yang menggunakan bahan baku kelapa sawit.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengamankan pasokan energi di dalam negeri.

"Habis itu kita harus amankan BBM. Yang lumayan minimal sekarang, tidak separah banyak negara lain. Dan itu karena kita lakukan antisipasi dan sebagainya. Kita bikin B50 dari kelapa sawit, dan sebagainya, nanti ke tenaga surya, besar-besaran," kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).

Setelah pengembangan B50, pemerintah juga akan mendorong penggunaan energi surya dalam skala besar melalui pembangunan PLTS.

Pengembangan dua sumber energi tersebut dirancang berjalan beriringan dengan upaya pemerintah menjaga kekayaan nasional agar tetap berada dan berputar di dalam negeri.

PLTS Akan Dikembangkan Besar-besaran

Selain biodiesel berbasis kelapa sawit, energi surya menjadi salah satu sektor yang disorot Prabowo dalam strategi ketahanan energi.

Pemerintah disebut akan mengembangkan PLTS secara besar-besaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan sektor energi terbarukan di Indonesia.

Pengembangan energi bersih diharapkan dapat memperkuat sumber energi domestik sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Prabowo menilai pembenahan sektor energi tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekonomi nasional. Menurut dia, pemerintah juga perlu memastikan kekayaan yang dihasilkan Indonesia tidak terus mengalir ke luar negeri.

Prabowo Soroti Aliran Kekayaan Nasional ke Luar Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti tantangan ekonomi Indonesia selama 34 tahun terakhir. Ia mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi adalah kekayaan nasional atau national wealth yang dinilai belum cukup banyak bertahan dan berputar di dalam negeri.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut berkaitan dengan likuiditas domestik karena terdapat modal dan dana yang mengalir ke luar negeri.

"Masalah yang kita hadapi adalah, ya, national wealth kita tidak tinggal di Indonesia. Ya bagaimana Anda mau berharap likuiditas, orang uangnya dibawa keluar kok? Anda mengerti enggak? 34 years!" ujar Prabowo.

Ia mengatakan pemerintah saat ini menghadapi tantangan untuk memperbaiki kondisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.

"Saya 2 tahun harus memperbaiki 34 years ini, 34 tahun ini. Tapi saya tidak takut, ya kita hadapi," tegasnya.

Efisiensi Anggaran untuk Dorong Investasi

Selain memperkuat ketahanan energi, pemerintah juga menjalankan efisiensi anggaran untuk mengamankan penggunaan keuangan negara.

Prabowo mengatakan berbagai titik kebocoran belanja akan ditekan sehingga dana yang berhasil diselamatkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Dana hasil efisiensi tersebut nantinya diarahkan untuk investasi di sektor-sektor yang dapat menghasilkan devisa baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Setelah ini tentunya kita efisiensi, menyelamatkan uang yang bocor-bocor. Kemudian kita investasi di hal-hal yang bisa tadi menghasilkan devisa, lapangan kerja," tandasnya.

Dengan strategi tersebut, penguatan sektor energi melalui B50 berbasis kelapa sawit dan pembangunan PLTS besar-besaran ditempatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional. Di sisi lain, efisiensi anggaran dan pengamanan kekayaan nasional diarahkan untuk mendukung investasi produktif yang menghasilkan devisa dan membuka lapangan kerja.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral