- Istimewa
Clandestine Lab Etomidate Beroperasi Sejak Agustus 2026 di Rumah Cluster PIK Dibongkar, WN China Jadi Pekerja Dapat Upah Rp13,3 Juta
“Petugas menemukan ribuan cartridge kosong serta ratusan pods yang telah terisi cairan yang diduga etomidate dengan berbagai kemasan. Dari keseluruhan bahan baku yang ditemukan, penyidik memperkirakan tersangka dapat memproduksi sekitar 20.514 cartridge berisi narkotika jenis etomidate,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, CF mengaku menjalankan aktivitas tersebut atas instruksi seseorang berinisial AC yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“CF sebelumnya berdomisili di Fujian, China, dan mengenal AC melalui media sosial TikTok. CF ditawari pekerjaan di Indonesia dengan imbalan yang dijanjikan cukup besar. Komunikasi selanjutnya dilakukan melalui aplikasi Telegram,” terangnya.
Selanjutnya, CF datang ke Indonesia sekitar akhir Agustus 2026 dan mendapat arahan dari AC untuk mempelajari proses pembuatan pods etomidate melalui komunikasi jarak jauh.
“CF diarahkan menempati rumah yang telah disewa AC di kawasan cluster. Di lokasi tersebut telah tersedia bahan-bahan yang digunakan dalam aktivitas produksi. CF melakukan aktivitas tersebut selama kurang lebih dua bulan dan dijanjikan memperoleh upah sebesar 5.000 RMB atau sekitar Rp13,3 juta,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 610 ayat (2) huruf b subsidair Pasal 609 ayat (2) huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta ketentuan terkait penggolongan narkotika sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ars/nsi)