news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aparat kepolisian membeberkan motif di balik insiden penganiayaan maut terhadap seorang bayi berumur 11 bulan berinisial REA di Kampung Lio, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur..
Sumber :
  • Istimewa

Pura-Pura Menangis Gendong Anak Penuh Lebam, Sandiwara Keji Ayah Kandung di Jaktim

Aparat kepolisian membeberkan motif di balik insiden penganiayaan maut terhadap seorang anak bayi berumur 11 bulan berinisial REA di Kampung Lio, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. 
Senin, 5 Oktober 2026 - 23:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Aparat kepolisian membeberkan motif di balik insiden penganiayaan maut terhadap seorang anak bayi berumur 11 bulan berinisial REA di Kampung Lio, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. 

Pelaku yang merupakan ayah kandung korban nekat menganiaya darah dagingnya sendiri hingga tewas akibat dibakar api cemburu terhadap istrinya.

"Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu istrinya chat-chat dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi saat dikonfirmasi, Senin (5/10).

Aksi kekerasan fatal tersebut diakui tersangka berlangsung pada Kamis (1/10). Pelaku berinisial RPP (29) itu secara keji membenturkan kepala balita malang tersebut berulang kali ke tembok.

"Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya. Kepala bagian belakang korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan bagian punggung dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal," jelas Made.

Kala peristiwa memilukan itu berlangsung, sang ibu, M (23), sedang tidak berada di tempat karena harus mencari nafkah, sehingga pelaku hanya berdua bersama korban di kamar kontrakan.

"Pada waktu kejadian sang ibu (inisial M, usia 23 tahun) sedang kerja, di kontrakannya hanya pelaku dan anak (korban). Itu ayah kandung ya, bukan ayah tiri," ujar Made.

Kasus ini mulai terkuak saat pelaku menghampiri salah seorang warga sekitar pukul 18.15 WIB sambil mendekap tubuh sang anak. 

Pelaku tampak menangis dan meminta pertolongan agar bayinya segera dilarikan ke rumah sakit dengan dalih korban sakit akibat terus-menerus muntah. 

Namun, warga curiga ketika melihat kondisi fisik sang bayi yang tampak tak wajar.

"Tetapi sewaktu di cek oleh saksi, wajah korban penuh dengan luka lebam. Saksi kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini?' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin, jawaban pelaku berbelit-belit. Kemudian saksi melapor ke ibu RT 011," ucap Made.

Ibu korban yang baru pulang bekerja sekitar pukul 19.15 WIB langsung terpukul mendapati buah hatinya sudah dalam keadaan tak berdaya dengan luka lebam di muka. 

Saat dimintai penjelasan, pelaku tetap bersikukuh pada cerita bohongnya bahwa sang anak tertimpa kipas angin.

"Menurut sang ibu, kalau luka di wajah korban sudah ada dua hari yang lalu dan pelaku selalu berbelit-belit kalau ditanya mengenai masalah korban," kata Made.

Kabar mengenai kondisi tak wajar balita tersebut kemudian sampai ke telinga Ketua RT setempat sekitar pukul 19.00 WIB. 

Saat mengecek ke lokasi, perangkat RT mendapati korban sudah kehilangan kesadaran, berkulit pucat, serta dipenuhi lebam. Tanpa menunda, Ketua RT segera mengontak Polsek Cakung.

Setibanya petugas di TKP, pengecekan awal langsung dilakukan oleh Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Timur. 

Petugas mendapati tanda kekerasan berupa lebam di area mata kiri serta luka memar di bagian sisi tubuh korban yang sempat mengeluarkan darah.

Guna memastikan penyebab medis dari kematian korban, jasad bayi malang itu dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses visum.

"Jenazah dikirim ke RS Polri Kramat Jati dengan ambulans Puskesmas Cakung dan didampingi perawat Puskesmas Cakung serta anggota PPA/PPO Polres Metro Jakarta Timur," ucap Made.

Hingga kini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, dan menyusun dokumentasi demi melengkapi proses penyidikan lebih lanjut. (dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral