- Antara
Misteri Kamar Kos Pinang Ranti: Mahasiswi Ditemukan Tewas Terikat Tali Rafia, Pria Bernama Daniel Menghilang
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi tengah mendalami temuan jasad mahasiswi berinisial KDA yang tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah indekos di Jalan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.
Korban yang tercatat berstatus sebagai mahasisiwi tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh mengalami tanda-tanda kekerasan fisik.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi terikat kaki dan tangan menggunakan tali rafia," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi di Jakarta, Kamis (8/10).
Tak hanya jeratan tali rafia di pergelangan tangan dan kakinya, korban juga mengalami luka memar di pipi bagian kiri serta lilitan sehelai kaus berwarna hitam di area lehernya.
Peristiwa mengerikan ini terungkap berawal dari kecurigaan pengelola sekaligus pemilik indekos, Sundiyah, yang hendak mengecek kamar yang rencananya ditempati calon penyewa baru bernama Daniel.
Berdasarkan keterangan saksi, pria tersebut datang mencari sewa kamar pada Selasa (6/10) sekitar tengah hari.
"Daniel mengaku bekerja di steam depan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Daniel menjelaskan akan membayar kos pada Selasa (6/10) pukul 17.00 WIB, sekaligus akan menyerahkan fotokopi KTP," jelas Made.
Kunci kamar mulanya sudah diserahkan kepada Daniel. Namun, pria tersebut justru menghilang tanpa kabar dan tak kunjung menyetorkan uang sewa maupun salinan identitas diri hingga Kamis (8/10).
"Karena tidak mendapat kabar, saksi kemudian berniat mengecek kamar yang sebelumnya akan ditempati Daniel," ucap Made.
Kecurigaan kian menguat lantaran penghuni kamar di sebelahnya mengeluhkan bau bangkai menyengat yang bersumber dari dalam ruangan tersebut.
Sundiyah sempat berdiskusi dengan penghuni lain, Noval, yang kemudian menyarankan agar pengecekan melibatkan pengurus lingkungan setempat demi keamanan.
Sundiyah lantas melapor ke Ketua RT setempat bernama Sukardi guna mendampingi proses pengecekan.
"Informasi itu kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Pinang Ranti Aiptu Ragil. Setelah ketua RT dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi, pintu kamar dibuka menggunakan kunci duplikat," terang Made.
Saat pintu berhasil dibuka menggunakan kunci cadangan, hawa tak sedap langsung menyeruak dari dalam ruangan.