- Cepi-tvOne
Soal Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Paskal Bandung, GM Operasional: Pihak Manajemen Sudah Bertemu Sejumlah Korban
Bandung, tvOnenews.com - General Manager Operasional restoran Korea 88 Seoul menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang menyampaikan keluhan.
Manajemen menyatakan telah menerima laporan pertama pada 5 Oktober 2026 dan langsung melakukan langkah penanganan terhadap keluhan pelanggan.
“Mewakili manajemen, pertama-tama, kami ingin menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang menyampaikan keluhan dalam periode kunjungan 2-4 Oktober di 88 Seoul Paskal Bandung,” kata General Manager Operational 88 Seoul Daniel Yahya, dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Daniel mengatakan setiap laporan yang diterima ditanggapi secara serius. Tim customer care disebut telah menghubungi pelanggan yang menyampaikan keluhan untuk memastikan mereka memperoleh penanganan secara langsung.
“Manajemen juga sudah menemui beberapa pelanggan untuk mendampingi mereka. Sampai saat ini, komunikasi dengan pelanggan tetap kami buka melalui customer care,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya penanganan dan evaluasi, outlet 88 Seoul di Paskal Bandung ditutup sementara sejak 7 Oktober 2026.
Selama masa penutupan, manajemen melakukan sejumlah langkah, termasuk pembersihan dan sanitasi menyeluruh di seluruh area outlet.
Selain itu, perusahaan melakukan pemeriksaan ulang terhadap prosedur keamanan pangan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, persiapan, pengolahan, hingga makanan disajikan kepada pelanggan.
Manajemen juga menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dan pihak terkait sesuai dengan arahan yang berlaku.
“Kami berterima kasih atas setiap masukan dan informasi yang sudah disampaikan kepada kami. Semua informasi tersebut sangat membantu kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” katanya.
Terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan saat ini Dinas Kesehatan tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan tersebut.
“Yang mengatakan bahwa sampai ratusan orang mengalami korban keracunan itu sedang kita selidiki,” ujarnya, Rabu (7/10/2026). (cep/nsi)