- Instagram/88seoul.id
Update Kasus Dugaan Keracunan Massal di Restoran Korea 88 Seoul: Polrestabes Bandung Buru Fakta di TKP
Jakarta, tvOnenews.com - Polrestabes Bandung tengah mendalami kasus keracunan massal yang dilaporkan menimpa lebih dari 200 konsumen di restoran Korea 88 Seoul, pusat perbelanjaan 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pihak kepolisian telah bergerak menindaklanjuti kabar mengenai banyaknya korban yang mengeluhkan gangguan kesehatan setelah makan di gerai tersebut.
“Kita masih melakukan penyelidikan,” kata Anton saat dikonfirmasi di Bandung, Kamis (8/10).
Anton menuturkan, personelnya sudah meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menggali keterangan dari para saksi guna merekonstruksi peristiwa tersebut.
“Kita sudah mendatangi tempat resto tersebut,” ujarnya.
Tak sebatas memeriksa tempat usaha, korps Bhayangkara turut menemui sejumlah korban yang terimbas demi memperoleh kronologi yang lebih gamblang.
“Kita juga mendatangi beberapa korban yang diduga mengalami keracunan untuk didalami peristiwa tersebut,” tambahnya.
Sebelum kepolisian turun tangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah lebih dahulu melakukan inspeksi kesehatan lingkungan terhadap restoran 88 Seoul di mall 23 Paskal.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung Dewi Primasari membeberkan bahwa temuan awal di lapangan memperlihatkan standar kebersihan dan sanitasi di rumah makan tersebut masih memiliki sejumlah catatan penting.
“Secara umum dari pemeriksaan awal memang masih ada beberapa hal terkait higiene dan sanitasi yang perlu diperbaiki lagi oleh pihak restoran,” ujar Dewi.
Pemeriksaan kesehatan lingkungan ini mencakup evaluasi tata letak dapur, kelaikan alat masak, penyimpanan stok bahan baku, hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Dewi menggarisbawahi tata letak bahan makanan basah maupun kering yang dinilai belum dipisahkan secara aman dari paparan zat kimiawi pembersih, termasuk sabun cuci perabotan.
“Masih perlu diperbaiki pemisahan-pemisahannya. Kemudian karena lokasinya tidak begitu luas, perlu penataan ulang,” katanya.
Saat ini, Dinkes Kota Bandung masih terus memonitor perkembangan kondisi medis para korban serta menguji sampel guna mengidentifikasi sumber utama pemicu keracunan massal tersebut. (ant/dpi)