- https://esdm.go.id/
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Gunung Ungaran Dimulai, CESS-UI: Ekosistem Hutan dan Candi Gedong Songo Wajib Dijaga
tvOnenews.com – Langkah Indonesia mengejar target Net Zero Emission (NZE) dan memperkuat ketahanan energi nasional terus dipacu melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran.
Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) sekaligus Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development (RESSED) Universitas Indonesia (UI) Dr. Ali Ahmudi Achyak, menilai potensi panas bumi di kawasan vulkanik Ungaran sangat krusial karena mampu menghasilkan pasokan listrik stabil yang tak terpengaruh cuaca.
Kendati demikian, Ali menegaskan bahwa karena proyek ini masih dalam tahap awal, pengembangan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan perlindungan menyeluruh terhadap ekosistem alam dan warisan budaya sekitar.
"Perhatian terhadap sumber air, hutan dan satwa, lahan pertanian, kawasan wisata, serta warisan budaya seperti Candi Gedong Songo merupakan hal yang wajar. Berbagai aspek tersebut justru menjadi bagian penting dalam melihat pengembangan panas bumi secara utuh," ujar Ali Ahmudi.
- Istimewa
Jamin Perlindungan Sumber Air dan Ekosistem Hutan
Guna menjawab kekhawatiran warga sekitar terkait pasokan air bersih, Ali menjelaskan bahwa tahap awal proyek wajib menyusun data dasar (baseline) hidrologi yang terukur, mencakup debit mata air, sungai, hingga pola curah hujan.
Karena operasi PLTP sendiri membutuhkan kontinuitas air secara berkelanjutan, pengembang memiliki kepentingan langsung untuk menjaga ekosistem sumber air jangka panjang.
Dari sisi perlindungan kelestarian hutan dan margasatwa, proyek panas bumi kini memanfaatkan teknologi modern seperti directional drilling (pengeboran berarah).
Teknologi ini memungkinkan pengambilan potensi reservoir bawah tanah tanpa harus merusak tutupan lahan permukaan secara masif.
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Pengawasan Candi Gedong Songo & Usul Forum FPLSGU
Tak kalah penting, keberadaan situs bersejarah Candi Gedong Songo menjadi perhatian utama dalam penataan tata ruang proyek.
Kajian komprehensif terkait getaran, visual lanskap, hidrologi, hingga risiko longsor telah dipetakan untuk memastikan proyek berdiri di luar zona inti dan penyangga cagar budaya.
Guna menjamin transparansi dan partisipasi publik sejak dini, Ali mengusulkan pembentukan Forum Pengawasan Lingkungan dan Sosial Gunung Ungaran (FPLSGU).
Wadah ini nantinya melibatkan pemerintah pusat, pemda, pengembang, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pemerhati lingkungan.
"Forum komunikasi yang inklusif dapat menjadi kekuatan dalam memastikan pengembangan Gunung Ungaran berlangsung secara terbuka dan partisipatif, sehingga masyarakat bukan sekadar penerima informasi tetapi bagian dari proses," pungkasnya.