news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha..
Sumber :
  • Istimewa

Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Prioritas, Kemenhaj Imbau Waspadai Situasi Timur Tengah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kemenhaj memastikan hingga saat ini tidak ada jemaah umrah Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut.
Senin, 12 Oktober 2026 - 21:04 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kemenhaj memastikan hingga saat ini tidak ada jemaah umrah Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut.

Kemenhaj juga menyatakan seluruh rangkaian ibadah jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi masih berjalan sebagaimana mestinya. Meski demikian, jemaah diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi diimbau memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut. Jemaah juga diminta mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi dengan pihak travel masing-masing.

Kemenhaj turut menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Pihak travel diminta memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menginformasikan perubahan jadwal beserta langkah penanganannya.

Travel juga harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan di lapangan.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan data jemaah dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.

“Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut,” tegas Ichsan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Sementara itu, calon jemaah umrah yang belum berangkat diminta memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing. Mereka juga diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.

Kemenhaj turut meminta keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan jemaah maupun pihak travel.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi serta merujuk pada informasi resmi dari Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, dan otoritas Arab Saudi.

“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” pungkas Ichsan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral