news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penampakan Tong Biru Digotong KPK, Diduga Jadi Tempat Bupati Klaten Hamenang Tampung Uang.
Sumber :
  • Fakhri Hermansyah-Antara

Bukan Cuma Tong Biru Diduga Tempat Bupati Klaten Hamenang Simpan Uang, Barang Ini Turut Disita KPK

Bukan cuma tong berwarna biru diduga tempat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyimpan uang, KPK juga turut menyita barang bukti uang tunai sekitar Rp1,9 miliar. KPK menyebut ada lima klaster dugaan korupsi ini.
Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bukan cuma tong berwarna biru diduga tempat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyimpan uang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut menyita barang bukti uang tunai sekitar Rp1,9 miliar.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan uang tunai miliaran rupiah itu disita KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Hamenang.

"Untuk barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini di antaranya ada uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10/2026).

Budi lantas menjelaskan soal tong berwarna biru yang turut diamankan KPK.

"Ada tong atau ember yang juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini. Ember atau tong tersebut diduga yang digunakan bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," terangnya.

Budi mengatakan KPK telah menetapkan tersangka terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Hamenang.

Dia menyebut penetapan tersangka dilakukan melalui ekspose pada Kamis (15/10/2026) malam.

"Untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini (Jumat, 16 Oktober 2026)," ucapnya.

Pada 15 Oktober 2026, Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah dan 18 orang lainnya terjaring OTT.

Sebanyak 9 dari 19 orang dibawa dari Klaten ke Jakarta, sedangkan satu orang lainnya yang ditangkap di Jakarta.

Sebanyak 10 orang dari pihak-pihak itu diperiksa secara intensif oleh KPK di Jakarta.

KPK menyebut ada lima klaster dugaan korupsi di antaranya terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, setoran dari organisasi perangkat daerah (OPD) atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta pemberian kepada pihak BPK untuk pengkondisian audit. (ant/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral