news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Irjen Napoleon Bonaparte tutup usia pada Minggu (18/10/2026).
Sumber :
  • X @DokterTifa

Irjen Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa Kenang Sosok Eks Kadivhubinter Polri Semasa Hidup

Irjen Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada 18 Oktober 2026. Dokter Tifa mengenang sosok mantan Kadivhubinter Polri itu semasa hidupnya.
Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Pol (Purn) Napoleon Bonaparte, meninggal dunia pada Minggu (18/10/2026).

Kepergiannya meninggalkan duka bagi sejumlah orang yang mengenalnya, termasuk dr. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Dokter Tifa menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui akun X pribadinya @DokterTifa pada hari yang sama.

"Selamat Jalan, Abangda Jenderal Napoleon Bonaparte. Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un," tulis Tifa dikutip dari akun X @DokterTifa.

Dalam unggahan tersebut, ia mengenang Napoleon sebagai sosok yang telah dianggapnya seperti kakak sendiri.

Tifa mengungkapkan, kedekatan mereka terjalin terutama selama dirinya menghadapi proses hukum yang ia sebut sebagai kriminalisasi.

Di tengah masa sulit tersebut, Napoleon disebut menjadi tempatnya meminta nasihat dan berdiskusi.

“Abangda Jenderal Napoleon Bonaparte sudah saya anggap sebagai abang saya sendiri. Terutama sejak saya mengalami kriminalisasi. Selama hampir 600 hari perjuangan ini, beliau menjadi tempat saya mengadu, bertanya, berdiskusi, berkonsultasi, dan meminta arahan,” tulis Tifa.

Irjen Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Sumber :
  • Instagram @chryshnandadwilaksana

Menurut Tifa, Napoleon kerap memberikan dukungan serta menguatkan hatinya agar tetap teguh menghadapi persoalan yang sedang dijalani.

Ia juga mengenang pertemuan terakhir mereka yang berlangsung di kediaman Napoleon pada pekan sebelumnya.

Saat itu, Tifa datang untuk berdiskusi dan kembali disambut hangat oleh Napoleon bersama sang istri.

“Minggu lalu, saya masih duduk berdiskusi di rumah beliau. Seperti setiap kunjungan sebelumnya, beliau dan istri tercinta menyambut serta menjamu kami dengan penuh kehangatan. Tak pernah terbayangkan bahwa pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir kami,” ujar Tifa.

Melalui unggahannya, Tifa menyampaikan terima kasih atas nasihat, perhatian, dukungan, dan persaudaraan yang diberikan Napoleon selama ini.

Ia turut mendoakan agar segala dosa dan kekhilafan almarhum diampuni, amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

"Selamat jalan, Abangda. Terima kasih atas setiap nasihat, penguatan, perhatian, dan persaudaraan yang telah Abangda berikan. Semua itu akan selalu saya kenang," ungkapnya.

Kabar meninggalnya Napoleon juga dikonfirmasi oleh mantan pengacaranya, Putri Maya Rumanti, kepada RMOL pada Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, Putri mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi Napoleon meninggal dunia, tetapi memperoleh informasi bahwa almarhum sempat sakit.

Napoleon Bonaparte merupakan purnawirawan Polri yang pernah menduduki jabatan strategis, yakni Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri.

Ia lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, pada 26 November 1965, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988.

Sepanjang kariernya, Napoleon memiliki pengalaman di bidang reserse serta penugasan di sejumlah satuan kepolisian. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada 2006.

Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Bareskrim Polri. Pada 2011, ia menjabat Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri, sebelum menjadi Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri pada 2012.

Pada 2015, Napoleon dipercaya sebagai Kabag Bindik Dit Akademik Akpol.

Setahun kemudian, ia bertugas sebagai Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia di Divhubinter Polri, lalu menjadi Sekretaris NCB Interpol Indonesia pada 2017.

Puncak kariernya di Divhubinter Polri terjadi ketika ia diangkat sebagai Kadivhubinter Polri pada 3 Februari 2020, menggantikan Irjen Pol (Purn) Saiful Maltha.

Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama. Pada 17 Juli 2020, Napoleon dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. 

Mutasi tersebut berkaitan dengan persoalan penghapusan red notice Interpol atas nama Djoko Tjandra. Saat itu, Polri menyebut adanya kelalaian pengawasan terhadap staf dalam perkara tersebut.

Nama Napoleon menjadi sorotan publik setelah terseret perkara suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi hak tagih atau cessie Bank Bali yang sempat menjadi buronan.

Dalam perkara tersebut, Napoleon terbukti menerima uang sebesar 370.000 dolar Amerika Serikat dan 200.000 dolar Singapura dari Djoko Tjandra melalui perantara Tommy Sumardi. Pemberian uang itu berkaitan dengan upaya mengurus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 10 Maret 2021 menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp100 juta kepada Napoleon.

Putusan tersebut menjadi salah satu perkara hukum yang paling banyak disorot sepanjang kariernya.

Selain perkara suap, Napoleon juga terlibat kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kace ketika keduanya berada di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Agustus 2021. Napoleon dinyatakan bersalah melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan Kace mengalami luka-luka.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada September 2022 menjatuhkan hukuman penjara selama lima bulan 15 hari kepada Napoleon dalam perkara tersebut. 

Dalam pertimbangannya, hakim menyebutkan bahwa Napoleon bersikap sopan selama persidangan dan keduanya telah saling memaafkan.

Kepergian Napoleon Bonaparte pada Minggu, 18 Oktober 2026, mengakhiri perjalanan hidup mantan perwira tinggi Polri yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis sekaligus menghadapi perkara hukum yang menyita perhatian publik.

Di tengah catatan perjalanan karier tersebut, Dokter Tifa mengenang sosoknya melalui sisi personal yang menurutnya hadir untuk memberikan nasihat, dukungan, dan rasa persaudaraan ketika ia menghadapi masa sulit.

(tsy)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral